Selasa, 26 Januari 2016

Memulai Bisnis Dengan Mudah


Benarkah bisnis itu mudah?

Sepenuhnya sangat tergantung diri kita sendiri,dan faktor yang paling sering disebut biasanya adalah keinginan,kemampuan memulai dan menjalankan bisnis serta modal (biasanya ini jadi alasan paling besar).

Sangat klise kan Bro n Sis..semuanya juga bilang begitu....tapi apa memang benar? mari kita ulas sedikit (kalo kebanyakan ntar malah nggak jadi "Jump.."ke dalam  bisnis yang sesungguhnya).

Pertama, Keinginan..semua orang kalo ditanya apakah ingin punya bisnis sendiri pasti jawabannya ingin, well...tapi cukupkah keinginan saja? Jawabannya kembali kepada hati yang terdalam,mari tanya diri sendiri seberapa besar kita ingin punya bisnis sendiri.

Kedua, Kemampuan Memulai...ini biasanya sulit bagi kita yang belum terbiasa,sebab pasti dihadapkan pertanyaan dari mana harus mengawali bisnis.

Ada resep sederhana yang sangat powefull untuk melatih kemampuan ini, A'a Gym menyebutnya dengan 3M, mulai dari diri sendiri,mulai dari hal yang kecil dan mulailah dari saat ini juga.

Lha terus piye..apanya yang mau dimulai dari diri sendiri,dari hal yang kecil dan dari saat ini...emang mudah?

Jangan khawatir... ada kok resep untuk mencari ide bisnis ini, yakni formula ATM..Amati,Tiru,Modifikasi.

Maksudnya ide bisa kita dapatkan dari meng-AMATI  bisnis orang lain di sekitar kita, lalu pilih dan TIRU apa yang cocok buat kita,sah sah saja kok kita meniru toh demi kebaikan juga, syukur kalau sesuai dengan passion kita.Dan selanjutnya MODIFIKASI apa yang kita tiru dengan kreatifitas kita,yang membedakan dan mempunyai nilai lebih dari yang lain.

Bagaimana dengan modal? lebih tepatnya duit alias uang?
Uang memang penting tetapi tidak semua hal penting bisa dibeli dengan  uang, so..banyak jalan menuju Roma,bila kita memang mau...

Saat ini ada begitu banyak tawaran bisnis dengan modal kecil yang menjanjikan keuntungan besar, tidak ada yang salah..begitulah memang prinsip ekonomi, namun kehati hatian dan kewaspadaan kita hendaknya membuat kita arif dan bijak dalam berbisnis.

Bagi teman-teman yang tertarik untuk mencoba memulai bisnis dengan modal relatif kecil bahkan nol alias gratis, ada tawaran menarik yang layak kita coba dan rekomended, yakni bisnis ticketing yang bisa teman teman klik disini, bisa juga dengan meng klik banner ayo berbisnis di pojok kanan atas blog ini.

Dalam bisnis ini kita bisa menjual tiket kereta api,pesawat,booking hotel,isi pulsa,token listrik,kirim dan terima uang dll. Bisnis ini bisa dijalankan seperti layaknya agen perjalanan dengan membuka stan sendiri, atau bisa juga dijadikan satu dengan bisnis yang sudah ada,atau bahkan bisa juga dilakukan secara online, bahkan hanya dengan modal sebuah HP pun bisa.

Masih susah? ...tidak ada yang lebih sulit dari mengalahkan diri sendiri, kalau yang lebih mudah? banyak. Let's do it...bagaimana dengan Anda.


Sabtu, 31 Oktober 2015

Balekambang, perlu sedikut sentuhan seni dan eksterior desgn

Tanah Lot nya Malang, daerah Malang bagian selatan memang punya banyak pantai yang bagus banget, salah satu deretan pantai yangnsudahncukup terkenal adalah Balekambang, julukan sebagai tanah lot nya malang rasanya memang pantas diberikan karena memang banyak kemiripan.

Bali punya Tanah Lot,Malang punya Balekambang..setidaknya kedua tempat itu memiliki sekilas persamaan, panorama indah dengan pulau kecil dan Pura yang berdiri di atasnya, juga setiap hari besar agama hindu selalu menjadi pusat ritual, banyak hal jiika mau mencari kesamaannya, namun yang jelas sekali terlihat perbedaannya adalah masalah pengelolaan, jika saja ada kemauan belajar untuk lebih profesional sedikit,dan ada willingness dari pemerintah maka mudah saja menjadikan Balekambang sebagai tujuan wisata yang menarik dan nyaman.
Mungkin ada baiknya tempat ini dikelola oleh swasta yang sudah terbukti bisa meningkatkan pamor beberapa tempat wisata yang sebelumnya biasa-biasa saja, sebut saja Tanjung Kodok, dulu sebelum dikelola seperti sekarang hanyalah pantai karang yang tidak begitu menarik, tetapi lihatlah kini, dengan dikelola lebih serius maka hasilnyapun luar biasa, hal ini pasti bisa juga diterapkan di Pantai Balekambang.


Selasa, 06 Oktober 2015

Tracking Bersama Keluarga Ke Gunung Ijen


Kawah Ijen
 Liburan bersama keluarga mendaki gunung Ijen di Banyuwangi ternyata mengasyikan, apalagi cuaca sedang bagus alias cerah,dan tentunya bersama keluarga dan teman teman.

Pendakian ini mengambil waktu pas liburan Idul Fitri, tepatnya H + 4 dengan perkiraan suasana tidak begitu ramai karena masih situasi lebaran, begitu pikir saya.

Lebih Dekat Lagi... Danau Asam Kawah Ijen
Perjalanan kali ini secara estafet, dimulai hari ke dua lebaran dari Malang menuju Lumajang, dan setelah dua hari berkunjung ke sanak family maka saatnya berangkat menuju gunung Ijen, kami janjian dengan teman-teman untuk bertemu di Jember dan Banyuwangi kemudian  berangkat bersama-sama ke Ijen.

Menyembul Di Pagi Hari
Kira-kira  jam 11 malam kami sampai di Jember dan bertemu teman-teman, setelah ngobrol sejenak sambil mengisi perut dengan nasi goreng, maka perjalanan menuju Banyuwangi pun di mulai, diiringi udara dingin dan suasana perjalanan yang sepi maka perjalanan begitu  lancar, hingga sekitar jam 03 pagi, kami bertemu dengan teman teman lagi yang memang sudah menunggu di daerah Rogojampi, Banyuwangi.

Setelah berbasa basi dan  ngobrol sejenak maka langsung kami tancap gas ke arah Pal Tuding, destinasi terakhir yang bisa di tempuh kendaraan, sekaligus tempat parkir pengunjung yang akan naik ke gunung Ijen.

Ini rembulan malam apa mentari pagi ya....
Sekitar jam 04 pagi kami tiba di Pal Tuding, suasananya jauh seperti yang saya perkirakan semula, yakni sepi dan leluasa, tetapi ternyata  sangat ramai,mau parkirpun agak susah, hingga akhirnya dapat agak jauh di pinggir, rupanya hari itu banyak sekali pengunjung yang menginap di Pal Tuding dan ingin menikmati si api biru, walaupun gelap gulita ( listrik disana hanya hidup sampai  jam 11 malam saja ) suasana begitu ramai dan riang gembira karena banyak teman seperjalanan.

Lebih dekat lagi....ternyata rembulan mengiringi perjalanan kami...
Persiapan pun dimulai, dari jaket, penutup kepala,kaos tangan, masker, kaos kaki tebal dan tak lupa air minum yang cukup, semua itu membuat heboh istri,anak-anak dan juga teman teman lainnya, mereka semangat banget walaupun udara sangat dingin sekali. Suasana tambah heboh ketika para wanita ini pingin buang air kecil, alhasil suasana yang gelap gulita menjadi tirai alami dan di belakang mobil maka hajat itu bisa terlampiaskan sedangkan kami para laki-laki mengamankan situasi di depan mobil..:-)

Akhirnya dengan lampu senter yang saling berkilatan seakan  sahut menyahut perjalanan nenanjak pun di mulai, jalan yang lebar  berpasir cepat sekali membuat lelah, tak terhitung  berapa kali  harus berhenti, namun karena di perjalanan suasananya ramai maka rasanya nyaris seperti jalan sehat di malam gelap gulita..hehe.. inilah yang membuat suasana begitu nyantai, ceria dan happy, capek pun tak begitu terasa...kami pun saling salip menyalip, selonjor, duduk hingga tengkurap di tengah jalan pun dilakukan, terutama oleh teman kami yang badannya tak begitu ramping alias over weight hehe....seru pokoknya.

Istirahat Sejenak Di Pos Penambang Belerang

 
Separuh perjalanan terlampaui ketika kami sampai  di pos para penambang belerang, kami semua agak lama beristirahat, juga para rombongan yang lain, disana bisa beli minuman dan makanan, ada teh panas, cokelat panas,juga mie instan, pos ini cukup luas, ada tiga bangunan di sana,sebetulnya lebih mirip warung daripada sebuah pos.

 Setelah cukup beristirahat maka perjalanan kami lanjutkan,dan di etape dua ini tanjakan sudah tak setinggi etape pertama, jadi relatif lebih ringan.

Ramainya Suasana Lebaran Di Atas Gunung Ijen
Dan akhirnya sekitar jam 6 pagi tibalah di bibir jurang kawah Ijen, disambut angin kencang yang tak mau berhenti,udara menjadi tambah dingin serasa menusuk tulang,tetapi sepagi itupun disana telah banyak para penambang yang telah dalam perjalan pulang dengan memikul keranjang berisi bongkahan belerang. Ada pula wisatawan yang rupanya sejak malam sudah berada disana untuk  melihat si api biru yang terkenal itu.

Vegetasi Yang Tumbuh Di Bekas Kebakaran Hutan
Rupanya kami tidak bisa berlama-lama disana, hanya satu setengah jam saja, sungguh rasanya tidak sebanding dengan lama perjalanan menuju kesana, karena angin bertiup begitu kencang membuat suasana kurang begitu nyaman untuk menikmati pemandangan, kecuali harus berlindung dibalik        perdu atau  di balik bongkahan batu. Maka setelah puas berfoto ria maka kamipun bergegas turun.

Akhirnya Sampai Juga
Walaupun hanya sebentar di sana dan tidak sempat melihat blue fire,tetapi kami puas bisa menapakkan kaki di atas gunung Ijen bersama keluarga, karena sebelumnya istri saya sempat diliputi keraguan, kuatkah berjalan sampai tujuan, mengingat selama ini jarang sekali berjalan jauh serta baru kali ini naik gunung, tetapi akhirnya semua itu dapat terlewati dengan sukses dan tentunya ingin melakukan perjalanan lagi yang lebih seru di lain tempat dan di lain kesempatan.

We Will Come Back

Selasa, 08 September 2015

Ketika Sebuah Keputusan Harus Di Ambil


Awal September 2015 ini merupakan awal dari episode baru dalam dunia kehidupan saya yang menyangkut pekerjaan,saat dimana benar benar merasakan melepaskan diri dari comfort zone.

Sebelum memutuskan untuk resign, terbayang berbagai hal yang menakutkan dan menghantui pikiran, bagaimana biaya pendidikan anak-anak nanti, cukupkah penghasilan sebagai wiraswasta  untuk menghidupi keluarga,bisakah mempertahankan lifestyle seperti biasanya ( maksudnya minimum essential lifestyle hehehe…)

www.TheLawOfAttraction.com
Memang sedih rasanya harus berpisah secara fisik dan organisasi dengan teman teman yang selama ini sudah seperti saudara sendiri,tetapi dorongan untuk keluar dari zona ini begitu besar sehingga ketika saya menyatakan mundur dari perusahaan untuk full bekerja sebagai wiraswasta,maka yang nampak di depan mata adalah pada hal-hal yang akan saya lakukan nanti ketimbang  mengenang masa yang telah lalu.

Dan sebuah  keputusan pasti selalu ada resiko, kini tidak ada lagi gaji tetap bulanan yang saya terima,bahkan penghasilan pun bisa jadi kini tidak sebesar saat masih jadi karyawan, juga setiap pengeluaran kini mesti hitung-hitung dulu,tetapi memang itulah dunia baru yang saya hadapi,walaupun  tidak juga terlalu mengkhawatirkan, karena bagi saya yang paling penting adalah well prepared, sehingga keputusan ini juga bukan sesuatu yang menakutkan amat.

www.TheLawOfAttraction.com
Satu hal yang telah menginspirasi saya untuk mengambil jalan ini sebetulnya telah saya tulis dalam blog saya Episode  Inspirasi Lebaran 3 : Lamijah dan Damari dan proses pengambilan keputusan ini pun juga tidak didasari oleh emosional semata, jauh hari saya telah mempersiapkan diri  semaksimal mungkin.

Hari-hari pertama bulan ini saya lalui sebagai seorang wiraswasta  dengan sangat enjoy, semangat begitu menggelora hingga  jam 6.30 pagi pun sudah nggak sabar untuk start aktivitas, demikian juga ketika sore menjelang magrib ,rasanya masih ingin meneruskan segala pekerjaan, betul betul beda, padahal sebelumnya sewaktu masih bekerja sebagai karyawan, saya juga  sudah terlibat dalam menjalankan usaha ini, hanya saja kurang focus dan seringkali sudah capek.

www.TheLawOfAttraction.com
Mudah mudahan apa yang telah saya lakukan ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman yang saat ini mempunyai niat yang sama dengan saya.

Biasanya, sebagaimana yang saya rasakan,teman-teman mungkin juga sulit untuk memutuskan “kapan” dan “seberapa siap” ketika akan memutuskan keluar dari pekerjaan. Tentu jawabannya tergantung kondisi dan kesiapan  teman teman sendiri.

Satu hal yang penting bahwa ibarat sebuah pohon, maka pekerjaan utama itu adalah batang sebuah pohon, dan pekerjaan sampingan itu adalah cabang dan ranting yang harus kita rawat,kita pupuk dan kita sirami,sehingga  ketika suatu saat kita merasa harus beralih dari batang pohon itu  maka cabang dan ranting  yang lain telah mampu memberikan buah yang banyak bagi kita, bahkan  lebih.

www.TheLawOfAttraction.com
Yang lebih penting lagi adalah  jika sudah memutuskan maka melangkahlah dengan mantap  dan meyakinkan, positif feeling, positif thinking dan always be happy.

Now, everyday is Monday...


Saya sudah melangkah, bagaimana dengan Anda?

Minggu, 02 Agustus 2015

Jembatan Suramadu,Konstruksinya Fotogenic

Jembatan Suramadu, Konstruksinya Fotogenic

Golden Gate Of Surabaya
Saya hanya ingin mengajak teman-teman menikmati fotogenic nya jembatan kebanggaan masyarakat Jawa Timur, Suramadu.

Foto foto ini saya ambil dari dalam mobil saat melaju menuju Pulau Madura dan sebaliknya, jadi saya nggak melanggar larangan berhenti di tengah jembatan :)


Megahnya Suramadu

Konstruksi Fotogenic

Spot Cantik Lintas Selatan Jawa Timur 2 : Edisi Pacitan-Trenggalek,Pantainya Keren Banget

Spot Cantik Lintas Selatan Jawa Timur 2 : Edisi Pacitan-Trenggalek, Pantainya Keren banget....

Soge,The Ocean Road

Adzan Subuh masih belum berkumandang ketika saya harus berangkat dari Kota Malang menuju Pacitan, ya..pagi itu kulihat pukul 03.00 WIB saya mulai tancap gas melewati Kota Blitar,Tulungagung dan Trenggalek, niat hati memang ingin menjajal  lintas selatan Jawa Timur  di jalur Trenggalek- Pacitan yang konon pemandangannya aduhai.

Sampai di Trenggalek sudah pukul 05.00 dan harus berhenti sejenak untuk sholat subuh serta istirahat sebentar menselonjorkan kaki.

Tetapi tak sampai 20 menit rasanya ingin segera melanjutkan perjalanan, dan sebelum memasuki kota
Trenggalek kemudi saya arahkan ke kiri mengikuti papan penunjuk jalan menuju Pacitan.

Lintas Selatan Jawa Timur,Awalnya Saya Ragu, Betulkah Ini di Pacitan? 

Di Antara Dua tebing


Pagi mulai terlihat, samar-samar satu dua orang memulai aktivitas di hari itu, tetapi jalanan masih sepi, sehingga terus tancap gas di aspal yang masih mulus dan lebar.

Sunrise Di Selatan Trenggalek
Ketika temaram sinar matahari mulai semburat di ufuk timur,saya sudah tiba di atas sebuah pegunungan di selatan Trenggalek, nampak sunrise menyambut perjalanan saya di hari itu, sebuah sambutan yang memberikan semangat menapaki jalanan yang berliku, namun karena jalan yang lebar  mulus dan sepi, maka serasa  disuguhi pemandangan indah yang tak ada habisnya.

Setapak Menuju Pantai Pelang
Dan...pantai pertama yang menyambut saya adalah pantai Pelang, Pantai ini masih ikut kabupaten Trenggalek namun sudah dekat ke perbatasan Pacitan, Dari jalan raya kira kira masuk dua kilometer,sayangnya kondisi aspal sudah rusak, walaupun masih cukup rata.

Wonderful Pelang
Untuk menuju tepi pantai harus berjalan +- 150 meter lagi dari area parkir yang luas, tetapi jalan selebar satu meter itu sudah di semen, dan beberapa lokasi malah ada spot menarik untuk foto.

Pagi Di Pantai Pelang
Pelang Brown Beach
Perjalanan selanjutnya menuju perbatasan Pacitan, dan ditengah perjalanan sejenak beristirahat sambil jeprat jepret di lokasi PLTU Pacitan yang berdiri megah di tepi pantai.


PLTU Pacitan

Selanjutnya perjalanan diteruskan ke arah barat, menuju pantai Konang, kalau dari Trenggalek arahnya belok kiri  tepat di pertigaan jembatan  kecamatan Lorok, jaraknya kira kira satu kilometer.

Menuju Pantai Konang

Istirahat Sejenak

Di Pantai ini kita dapat menikmati sarapan pagi dengan ikan bakar yang super murah ( hmm...teringat betapa mahal di Jimbaran Bali), walaupun secara penyajian, menu dan fasilitas memang jauh beda di banding Jimbaran, tapi nuansa tepi pantai dengan duduk di kursi dan meja kayu menghadap pantai tak kalah indahnya, bahkan lebih khas dan menyatu dengan alam dan penduduknya. Dan boleh percaya boleh tidak harga ikan bakar di pantai ini per ekor cuma 8.500 rupiah saja.....

The Soge Beach
Perjalanan selanjutnya adalah pantai Soge yang terkenal itu, namun sebelum benar benar sampai di sana, saya berhenti sejenak di sisi timur pantai soge, disitu ada spot menarik yakni tepian pantai yang di penuhi pohon kelapa, unik juga karena jarak ke pantai dari tempat ini masih jauh dan dipisahkan oleh pesisir yang luas serta sebuah "danau" kecil yang dangkal, danau ini sebetulnya adalah sebagian aliran  muara sungai yang mengenangi antara tepian pesisir dan kebun kelapa,tetapi kalau air laut pasang rasanya juga sisa sisanya akan terjebak di danau ini, genangan ini dimanfaatkan oleh penduduk untuk menyewakan sepeda air kecil berbentuk angsa.

Spot Indah Sebelah Timur Pantai Soge
Menjelang Senja Timur Pantai Soge
Belum puas rasanya menikmati indahnya pantai ini, namun hari sudah menjelang sore, Dan tepat pkul 17.00 sebelum sunset benar benar menunjukkan keindahannya saya harus meninggalkan tempat indah ini, pulang ke Malang, dan melewati jalur yang sama, pegunungan yang sepi, di malam hari. nekad saja....dan Alhamdulillah dua jam kemudian sudah sampai di Trenggalek, masih separo perjalanan lagi... tapi puass..


Muara Di Timur Pantai Soge



Jumat, 24 Juli 2015

Inspirasi Lebaran 6 : Ranu Darungan Wisata Pembelajaran




Never Ending Inspiration
".....Never Ending Inspiration....."

Entah kenapa saya suka dengan kalimat ini, mudah mudahan serial inspirasi lebaran ini tidak berhenti disini (karena lebaran ketupat juga hampir usai yang berarti serial inspirasi lebaran juga harus berhenti di seri 6), tetapi sudah ada serial lain yang menunggu moment yang tepat untuk muncul.

Ranu Darungan

Danau ini masih kalah tenar dibanding saudaranya di sisi utara dan timur semeru, katakanlah Ranu Kumbolo, Ranu Pane, Ranu Bedali dll. Tetapi kelak jika Pronojiwo sudah tenar sebagai destinasi wisata adventure maka tempat ini akan menjadi tempat yang special.

Ranu Darungan Kini (Photo By Teguh Abix Nazzla-Nayyara)
Spesial ? apa yang menarik sehingga menjadi special ?

Menyandang sebagai bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru maka itu merupakan modal yang tinggal selangkah lagi menjadi  tujuan wisata yang menarik. Dan karena status  itu pulalah maka dalam imajinasi saya layak untuk menjadi wisata pembelajaran.

Wisata pembelajaran, bukan wisata pendidikan?

Pendidikan menjadikan seseorang menjadi sesuatu, pembelajaran menjadikan seseorang memahami sesuatu, wuih…teoritis banget ya..

Tenang Dan Damai  (Photo By Teguh Abix Nazzla-Nayyara)
Saya membayangkan setiap orang yang berkunjung nantinya akan dapat belajar memahami alam,menyayangi hutan,sehingga akan tersenyum karena memahami  sesuatu ketika pulang.

Memahami alam membuat kita mengerti bahwa betapa alam telah banyak memberi kepada kita.. air, oksigen,makanan dll...pokoknya sandang,pangan,papan lah..semuanya tersedia di alam ini,sehingga kita tidak lagi semau-maunya sendiri dalam mengeksploitasi alam. Betapa indah bila dapat berjalan seiring seirama dengan alam, alam sudah menyayangi kita dan sudah seharusnya kita juga menyayangi alam.

Lalu apa yang bisa diwujudkan di Ranu Darungan ini?

Biarkan seperti apa adanya, biarkan lestari dan menjaga anak cucu kita kelak, cukuplah seandainya di pinggir hutan itu kita buat bumi perkemahan yang bersih,aman dan terawat dengan baik di lingkungan yang terbatas, ada pos TNBTS yang senantiasa menjaga segala aktivitas pengunjung, ada wahana tempat belajar misalnya dengan mendirikan taman kupu-kupu,bolehlah kalau mau ditambah wahana outbond,asal ketenangan tetap harus dijaga.

Kira-kira begitu bayangan saya, bagaimana pendapat Anda?