Banyak cara melepas penat setelah berhari hari sibuk bekerja, jalan jalan motor touring menikmati pemandangan di sela sela bukit dengan aspal yang mulus di malang selatan, rasanya sesuatu banget. memang sih untuk ambil video seperti ini sedikit repot, tapi begitu bahan mentah itu diringkas jadi video selama -+ 2 menit saja, rasanya selalu menambah semangat untuk jalan jalan lagi di tempat dan waktu yang berbeda, lihat saja ekspresi kawan kawan kita ini.
Sabtu, 09 Maret 2019
Kamis, 14 Februari 2019
Jalan pintas Surabaya Batu Lewat Pacet-Cangar Tanjakan Ekstrem
Bagi kawan kawan dari Surabaya yang mau ke Batu dan suka tantangan diperjalanan namun sebanding dengan view yang di dapat, maka lewat jalur Pacet-Cangar sangat direkomendasikan,namun sebelumnya harus harus harus dipastikan dulu kesehatan kendaraan anda terutama rem, mesin dan tentu saja kelihaian anda untuk nyetir naik turun tajam, kalo masih baru bisa nyetir mendingan jangan sekali sekali lewat sana, sangat berbahaya sekali.
Gimana sih gambaran jalan disana? di video ini hanya sebagian kecil yang dapat direkam, masih banyak jalur yang nggak terekam karena kendala hujan deras dan faktor teknis lainnya, misalnya nggak sempat berhenti karena jalan yang nggak memungkinkan dan lain sebagainya.
Untuk lihat bagaimana serunya, yuk kita tonton aja video ini.
Gimana sih gambaran jalan disana? di video ini hanya sebagian kecil yang dapat direkam, masih banyak jalur yang nggak terekam karena kendala hujan deras dan faktor teknis lainnya, misalnya nggak sempat berhenti karena jalan yang nggak memungkinkan dan lain sebagainya.
Minggu, 03 Februari 2019
Ijen Baluran Banyuwangi Adventure
Ini adalah spot touring favorit saya, nuansa adventure nya dapat banget, Berangkat jam 02.00 dini hari dari Malang akhirnya dapat sunrise yang cantik banget di Paiton Probolinggo.
Selanjutnya menempuh jalur yang mantap buat motoran di sepanjang pesisir pantai pasir putih hingga hutan baluran, juga sekalian masuk Taman Nasional Baluran atau Africa Van Java yang saat itu pas renovasi besar baik bangunan maupun jalan.
Puas di TN Baluran sore harinya nonton tari kolosal di tepi pantai Boom,yang sudah lama ingin saya kunjungi, Festival Gandrung Sewu yang diadakan setahun sekali.
Malam hari nya saya tancap gas lagi ke Paltuding, motor sempat roboh di tengah hutan dekat Paltuding,untung ada sopir truk semen baik hati yang mau turun menolong mengangkat motor yang sangat berat ini, hingga akhirnya tiba di camping ground Paltuding, nge camp sekaligus istirahat sebelum dini hari nya naik ke kawah Ijen.
Tepat pukul 01.30 sudah terdengar ramai sekali orang orang diluar tenda yang mau naik ke Ijen, belakangan aku tahu rupanya ada rombongan besar 40 orang dari Bandung, 25 orang dari Malang plus rombongan kecil lainnya.
Sayapun bersiap diri dan start tepat pukul 02.00, sendirian saya berjalan, normal saja namun tanpa berhenti sama sekali. Dan ketika hampir sampai kawah saya sempat ngobrol sama rombongan dari Malang, rupanya mereka start jam 01.00, dan alangkah terkejutnya saya ketika saat itu lihat jam masih pukul 03 an, wow..saya tadi start jam 2, berarti cuma 1 jam perjalananku naik ke kawah, syukurlah kalo gitu...masih diberi kekuatan diri ini ya Allah.
Setelah puas menikmati indahnya kawah Ijen, sayapun turun, sejenak bersiap dan langsung tancap gas menuju Bondowoso, di sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan yang menakjubkan, pingin kapan kapan lewat sana lagi dan lebih santai agar bisa maksimal menikmatinya.
Siang hari tiba di Jember untuk isi bensin, istirahat sejenak dan cari oleh-oleh.
Selanjutnya menuju Lumajang, mampir sejenak menyicipi bakso Lumajang yang terkenal lezat, lalu langsung gas lagi ke arah Senduro,rencananya memang balik ke Malang via Ranupane, biar cepet.
Hari pun sudah agak sore ketika saya gas lagi naik ke Ranupane lewat jalur tengah hutan Semeru,ngeri juga sih lewat tengah hutan rimba sendirian, untung masih banyak berpapasan dan ketemu orang di perjalanan.
Akhirnya sampailah di spot yang bagus untuk menikmati bromo di sebelah timur pertigaan Jemplang. saya istirahat sejenak, dan dingin nya udara plus capek membuat saya tertidur sejenak,entah berapa lama sebelum terbangun karena semakin kedinginan.
Menjelang magrib saya tiba di rumah dengan selamat, rasanya puas sekali dan tak ingin touring lagi untuk beberapa saat sebelum kumat he he.....salam.
Selasa, 29 Januari 2019
City Tour, Kota Malang
Beberapa kawan yang baru pertama kali mau ke Malang nanya..kalo punya waktu singkat di kota Malang ngapain ajan sih...
Jujur aja Malang ini dekat di mata tapi agak jauh di hati, karena itulah hari minggu kemarin sehabis subuh langsung cuss keliling kota Malang....jalan kaki.
Start pilih dari Stasiun Kota Baru.... selain gampang parkir kendaraan, juga jadi gerbang masuk explore kota Malang.
Habis jeprat jepret depan stasiun langsung jalan kaki ke Kampung Warna Warni,Kampung Tridi dan Kampung Biru Arema...lalu balik lagi menuju Taman Tugu Balai Kota yang sejuki dan indah.
Jalan kaki dilanjut ke Alun Alun Malang, tak lupa daerah Kayu Tangan yang legendaris dengan bangunan tua nya...terus ke arah barat menuju Stadion Gajayana, sampai mentok di Ijen Boulevard, pas hari minggu berlangsung Car Free Day...jadi sangat leluasa.
Kemudian balik ke Stasiun lewat jalan Kawi, Malang Olimpic Garden, Pasar Burung dan Pasar bunga.
Capek...sudah pasti tapi suegerrr dan yang penting kini Malang jadi dekat di mata dekat di hati.
Cerita dan Video ini mudah mudahan bisa jadi inspirasi bagi yang pingin ke Malang, lama nggak ke Malang bahkan bagi yang sekedar transit sebelum explore malang raya (Kab./Kodya Malang plus Kota Batu) di hari berikutnya.
Jujur aja Malang ini dekat di mata tapi agak jauh di hati, karena itulah hari minggu kemarin sehabis subuh langsung cuss keliling kota Malang....jalan kaki.
Start pilih dari Stasiun Kota Baru.... selain gampang parkir kendaraan, juga jadi gerbang masuk explore kota Malang.
Habis jeprat jepret depan stasiun langsung jalan kaki ke Kampung Warna Warni,Kampung Tridi dan Kampung Biru Arema...lalu balik lagi menuju Taman Tugu Balai Kota yang sejuki dan indah.
Jalan kaki dilanjut ke Alun Alun Malang, tak lupa daerah Kayu Tangan yang legendaris dengan bangunan tua nya...terus ke arah barat menuju Stadion Gajayana, sampai mentok di Ijen Boulevard, pas hari minggu berlangsung Car Free Day...jadi sangat leluasa.
Kemudian balik ke Stasiun lewat jalan Kawi, Malang Olimpic Garden, Pasar Burung dan Pasar bunga.
Capek...sudah pasti tapi suegerrr dan yang penting kini Malang jadi dekat di mata dekat di hati.
Senin, 24 September 2018
Senin, 13 Agustus 2018
Rabu, 08 Agustus 2018
Inspirasi Wisata : Wonderful Pronojiwo
| Ranu Darungan,masuk kawasan TNBTS |
Tulisan ringan ini sama sekali bukan bermaksud menggurui kawan kawan pelaku wisata terutama di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur yang saat ini mulai bersinar seiring berkembangnya dunia pariwisata disana, tetapi sebagai ide yang mudah mudahan bisa menjadi sumbang saran.
Bicara mengenai potensi wisata Pronojiwo, maka ada tiga unggulan utama yang visa jadi andalan, yakni adventure, agrowisata dan budaya, jika dijabarkan lebih jauh maka potensi adventure ada soft adventure dan hard adventure,potensi agrowisata ada wisata petik salak pondoh juga persawahan dan potensi atraksi budaya ada atraksi kesenian lokal dan kirab budaya tahunan.
Yang tergolong soft adventure misalnya wisata panorama tumpak sewu, wisata ranu darungan dan piket nol sedang hard adventure misalnya wisata jelajah tumpaksewu-goa tetes, wisata air terjun kapas biru, kabut pelangi, trail adventure dll.
| Jelajah goa tetes-tumpak sewu di bagian dasar jurang |
Wisata agro yang sangat layak dan patut dikembangkan adalah wisata petik salak pondoh, hingga saat tulisan ini dibuat belum ada wisata petik salak sebagai atraksi wisata, padahal pasti sangat menarik sekaligus mempunyai nilai ekonomi lebih bagi para petani, lihat saja wisata petik apel dan jeruk di Batu sebagai perbandingan.
Wisata budaya yang sudah rutin adalah kirab budaya dalam rangka bersih desa maupun perayaan HUT kemerdekaan, Akhir akhir ini juga ada upaya untuk menampilkan atraksi seni dengan latar belakang air terjun tumpak sewu, jika dikelola dengan baik pasti akan menambah nilai wisata.
Untuk mengembangkan seluruh potensi wisata pronojiwo menjadi lebih bernilai maka ada baiknya kita pinjam istilah menteri pariwisata Arief Yahya bahwa untuk menjadi destinasi wisata yang baik harus kita perhatikan tiga komponen pariwisata yakni 3A "Attraction" "Access" dan "Amenity."
Dalam konteks Pronojiwo, yang termasuk dalam Attraction adalah seluruh tempat wisata ( tumpak sewu,goa tetes,kapas biru,kabut pelangi, ranu darungan,sumbertelu, piket nol dll.) juga potensi agrowisata dan seluruh atraksi budaya yang ada,sebetulnya masih banyak atraksi wisata yang sebenarnya bisa dijual jika mau digali dibuat dan dikelola lebih kreatif lagi.
Selanjutnya Access, maka sarana dan sarana menuju destinasi wisata diatas haruslah mudah, murah,nyaman bagi wisatawan, tidak hanya di lokasi wisatanya saja yang harus bagus dan tertata tetapi juga termasuk aksesibilitas dari kota kota di sekitarnya, seperti Malang, Jember,Surabaya, Banyuwangi bahkan Bali.
Harus kita akui bahwa akses menuju Pronojiwo sudah lumayan namun masih belum nyaman dan mudah,apalagi sangat banyak truk pasir yang pasti menghambat laju kendaraan dari dan ke pronojiwo karena lebar jalan masih kurang walaupun saat ini sedang dan akan dikembangkan sesuai pembangunan jalur lintas selatan. Dan tak boleh lupa akses menuju tempat wisatanya sendiri saat ini masih tergolong apa adanya, perlu penanda yang sangat menarik sebagai pintu masuk kawasan wisata,misalnya gapura yang menarik dan elegan,bahkan dibuat yang instagrammable agar lebih membuat penasaran wisatawan untuk berkunjung.
Selanjutnya Amenity, yakni sarana pendukung sebuah destinasi wisata yang harus ada seperti hotel/homestay/penginapan, restoran,rumah makan, money changer,toko cindera mata. Keramah tamahan penduduk dan para pelaku wisata yang bisa membuat betah wisatawan.
Di Pronojiwo belum ada homestay apalagi hotel, jika ingin menginap harus di rumah-rumah penduduk atau berkemah, demikian pula rumah makan yang layak, representative dan dekat tempat pariwisata, sulit menemukannya, padahal wisatawan yang datang pasti membutuhkan itu semua, apalagi sekarang sudah semakin banyak turis domestik maupun manca negara yang berkunjung. Jangan lupa pula untuk menyediakan lahan parkir dan toilet yang bersih,satu hal yang sering kurang diperhatikan dalam pariwisata Indonesia pada umumnya.
Apa yang harus dilakukan untuk lebih mempercepat pengembangan wisata di Pronojiwo?
1. Attraction, kita harus fokus dengan sangat serius pada wisata adventure, karena kekuatan utama wisata pronojiwo ada di sini, kelola dengan baik dan profesional,beri kesempatan para pemuda untuk menuangkan idenya, bahkan ide itu harus memberikan nilai lebih dari yang diharapkan para wisatawan.
Contoh ide wisata adventure ini antara lain, paket jelajah tumpak sewu-goa tetes, paket trekking kapas biru-sumber telu, paket motor atau jeep adventure keliling pinggir hutan TNBTS hingga desa sumberurip, paket trekking sunrise/sunset dengan view semeru dari puncak Igir igir, bikin event nasional enduro marathon kayak yang di Bromo, bikin banyak tempat yang instagrammable, flying fox, river tubing dan lain sebagainya. Semua itu bisa dikemas dengan menarik.
2. Access, jika kita fokus pada wisata adventure, maka keterbatasan akses menjadi lebih ringan,sebab pada umumnya wisatawan adventure justru menikmati kealamian suasana apa adanya,tetapi akses menuju Pronojiwo sendiri haruslah bagus,lancar,cepat dan nyaman, untuk itu perlu perbaikan yang significant, demikian pula akses menuju destinasi wisata nya sendiri haruslah dibuat lebih gampang,simple dan yang terpenting faktor keamanan dan kenyamanan harus diperhatikan betul.
Bicara tentang akses maka saat ini berarti juga kemudahan informasi, maka kerjasama dengan travel agent dan aktif di sosial media maupun media massa lainnya merupakan sarana ampuh untuk mem branding keunggulan wisata pronojiwo.
3. Amenity, ini memang salah satu kekurangan saat kita berwisata di Pronojiwo, maka perlu kreatifitas untuk membuat wisatawan lebih lama tinggal dan merasa nyaman, dan itu berarti harus ada sarana akomodasi/hospitality serta kuliner yang nyaman, bersih dan memadai.
Untuk saat ini yang sangat perlu adalah keberadaan homestay dan rumah makan yang layak, homestay boleh sederhana namun harus bersih,sehat, dan ada air hangat. Bangunan semi permanen yang unik dan memiliki nuansa seni yang bagus bisa jadi pilihan. Rumah makan yang enak, higienis,nyaman,murah dan dekat dengan lokasi wisata sangat dibutuhkan wisatawan.
Satu hal lagi yang juga sangat penting, untuk melakukan itu semua jangan menunggu perhatian dan uluran tangan pemerintah, pasti bisa lama dengan birokrasi yang nggak mudah, belum lagi kalau dihubungkan dengan kepentingan kepentingan tertentu, pasti bikin pusing.
Jadi seyogyanya kita para pelaku wisata ini langsung saja bergerak, kreatif dan konsisten, pun jika setelah berjalan lancar lantas ada yang klaim mengklaim keberhasilan dari pihak anggap saja hal biasa yang sering terjadi, maka biarkan saja, tetap fokus, toh profesionalitas tetap ada pada rekan rekan sekalian, wisatawan tetap melihat para pelaku wisata, bukan pengklaim wisata.
Terakhir masalah modal, ini klasik banget dan sering jadi hambatan bahkan sebelum bergerak,dalam bidang apapun, ingat...banyak jalan menuju Roma, jadi bukan lagi alasan jika masalah modal jadi penghambat selama masih ada kreatifitas, jalan saja dengan gagah berani, pasti ada solusi seiring pengalaman dan jalan panjang dalam jatuh bangun merintis sebuah usaha dan cita cita, yang mulia.
Bagaimana kawan kawan di Pronojiwo? bersiaplah menyambut kejayaan sebagai destinasi wisata yang maju dan profesional, tetap semangat...........salam.
Keyword : tumpak sewu, pronojiwo, lumajang,goa tetes,semeru,taman nasional, trekking, wisata,wonderful, indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)