Tampilkan postingan dengan label Lumajang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lumajang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Agustus 2018

Inspirasi Wisata : Wonderful Pronojiwo





Ranu Darungan,masuk kawasan TNBTS

Tulisan ringan ini sama sekali bukan bermaksud menggurui kawan kawan pelaku wisata terutama di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur  yang saat ini mulai bersinar seiring berkembangnya dunia pariwisata disana, tetapi sebagai ide yang mudah mudahan bisa menjadi sumbang saran.

Bicara mengenai potensi wisata Pronojiwo, maka ada tiga unggulan utama yang visa jadi andalan, yakni adventure, agrowisata dan budaya, jika dijabarkan lebih jauh maka potensi adventure ada soft adventure dan hard adventure,potensi agrowisata ada wisata petik salak pondoh juga persawahan dan potensi atraksi budaya ada atraksi kesenian lokal dan kirab budaya tahunan.

Yang tergolong soft adventure misalnya wisata panorama tumpak sewu, wisata ranu darungan dan piket nol sedang hard adventure misalnya wisata jelajah tumpaksewu-goa tetes, wisata air terjun kapas biru, kabut pelangi, trail adventure dll.

Jelajah goa tetes-tumpak sewu di bagian dasar jurang

Wisata agro yang sangat layak dan patut dikembangkan adalah wisata petik salak pondoh, hingga saat tulisan ini dibuat belum ada wisata petik salak sebagai atraksi wisata, padahal pasti sangat menarik sekaligus mempunyai nilai ekonomi lebih bagi para petani, lihat saja wisata petik apel dan jeruk di Batu sebagai perbandingan.

Wisata budaya yang sudah rutin adalah kirab budaya  dalam rangka bersih desa maupun perayaan HUT kemerdekaan, Akhir akhir ini juga ada upaya untuk menampilkan atraksi seni dengan latar belakang air terjun tumpak sewu, jika dikelola dengan baik pasti akan menambah nilai wisata.

Untuk mengembangkan seluruh potensi wisata pronojiwo menjadi lebih bernilai maka ada baiknya kita pinjam istilah menteri pariwisata Arief Yahya bahwa untuk menjadi destinasi wisata yang baik harus kita perhatikan tiga komponen pariwisata yakni 3A  "Attraction" "Access" dan "Amenity."

Dalam konteks Pronojiwo, yang termasuk dalam Attraction adalah seluruh tempat wisata ( tumpak sewu,goa tetes,kapas biru,kabut pelangi, ranu darungan,sumbertelu, piket nol  dll.) juga potensi agrowisata  dan seluruh atraksi budaya yang ada,sebetulnya masih banyak atraksi wisata yang sebenarnya bisa dijual jika mau digali dibuat dan dikelola lebih kreatif lagi.

Selanjutnya Access, maka sarana dan sarana menuju destinasi wisata diatas haruslah mudah, murah,nyaman bagi wisatawan, tidak hanya di lokasi wisatanya saja yang harus bagus dan tertata tetapi juga termasuk aksesibilitas dari kota kota di sekitarnya, seperti Malang, Jember,Surabaya, Banyuwangi bahkan Bali.

Harus kita akui bahwa akses menuju Pronojiwo sudah lumayan namun masih belum nyaman dan mudah,apalagi sangat banyak truk pasir yang pasti menghambat laju kendaraan dari dan ke pronojiwo karena lebar jalan masih kurang walaupun saat ini sedang dan akan dikembangkan sesuai pembangunan jalur lintas selatan. Dan tak boleh lupa akses menuju tempat wisatanya sendiri saat ini masih tergolong apa adanya, perlu penanda yang sangat menarik sebagai pintu masuk kawasan wisata,misalnya gapura yang menarik dan elegan,bahkan dibuat yang instagrammable agar lebih membuat penasaran wisatawan untuk berkunjung.

Selanjutnya Amenity, yakni sarana pendukung sebuah destinasi wisata yang harus ada seperti hotel/homestay/penginapan, restoran,rumah makan, money changer,toko cindera mata. Keramah tamahan penduduk dan para pelaku wisata yang bisa membuat betah wisatawan.

Di Pronojiwo belum ada homestay  apalagi hotel, jika ingin menginap harus di rumah-rumah penduduk atau berkemah, demikian pula  rumah makan yang layak, representative dan dekat tempat pariwisata, sulit menemukannya, padahal wisatawan yang datang pasti membutuhkan itu semua, apalagi sekarang sudah semakin banyak turis domestik maupun manca negara yang berkunjung. Jangan lupa pula untuk menyediakan lahan parkir dan toilet yang bersih,satu hal yang sering kurang  diperhatikan dalam pariwisata Indonesia pada umumnya.

Apa yang harus dilakukan untuk lebih mempercepat pengembangan wisata di Pronojiwo?

1. Attraction, kita harus fokus dengan sangat serius pada wisata adventure, karena kekuatan utama wisata pronojiwo ada di sini, kelola dengan baik dan profesional,beri kesempatan para pemuda untuk menuangkan idenya, bahkan ide itu harus memberikan nilai lebih dari yang diharapkan para wisatawan.

Contoh ide wisata adventure ini antara lain, paket jelajah tumpak sewu-goa tetes, paket trekking kapas biru-sumber telu, paket motor atau jeep adventure keliling pinggir hutan TNBTS hingga desa sumberurip, paket trekking sunrise/sunset dengan view semeru dari puncak Igir igir, bikin event nasional enduro marathon kayak yang di Bromo, bikin banyak tempat yang instagrammable, flying fox, river tubing dan lain sebagainya. Semua itu bisa dikemas dengan menarik.

2. Access, jika kita fokus pada wisata adventure, maka keterbatasan akses menjadi lebih ringan,sebab pada umumnya wisatawan adventure justru menikmati kealamian suasana apa adanya,tetapi akses menuju Pronojiwo sendiri haruslah bagus,lancar,cepat dan nyaman, untuk itu perlu perbaikan yang significant, demikian pula akses menuju destinasi wisata nya sendiri haruslah dibuat lebih gampang,simple dan yang terpenting faktor keamanan dan kenyamanan harus diperhatikan betul.

Bicara tentang akses maka saat ini berarti juga kemudahan informasi, maka kerjasama dengan travel agent dan aktif di sosial media maupun media massa lainnya merupakan sarana ampuh untuk mem branding keunggulan wisata pronojiwo.

3. Amenity, ini memang salah satu kekurangan saat kita berwisata di Pronojiwo, maka perlu kreatifitas untuk membuat wisatawan lebih lama tinggal dan merasa nyaman, dan itu berarti  harus ada sarana akomodasi/hospitality serta kuliner yang nyaman, bersih dan memadai.

Untuk saat ini yang sangat perlu adalah keberadaan  homestay dan rumah makan yang layak, homestay boleh sederhana namun harus bersih,sehat, dan ada air hangat. Bangunan semi permanen yang unik dan memiliki nuansa seni yang bagus bisa jadi pilihan. Rumah makan yang enak, higienis,nyaman,murah dan dekat dengan lokasi wisata sangat dibutuhkan wisatawan.

Satu hal lagi yang juga sangat penting, untuk melakukan itu semua  jangan menunggu perhatian dan uluran tangan pemerintah, pasti bisa lama dengan birokrasi yang nggak mudah, belum lagi kalau dihubungkan dengan kepentingan kepentingan tertentu, pasti bikin pusing.

Jadi seyogyanya kita para pelaku wisata ini langsung saja bergerak, kreatif dan konsisten, pun jika setelah berjalan lancar lantas ada yang klaim mengklaim keberhasilan dari pihak anggap saja hal biasa yang sering terjadi, maka biarkan saja, tetap fokus, toh profesionalitas tetap ada pada rekan rekan sekalian, wisatawan tetap melihat para pelaku wisata, bukan pengklaim wisata.

Terakhir masalah modal, ini klasik banget dan sering jadi hambatan bahkan sebelum bergerak,dalam bidang apapun,  ingat...banyak jalan menuju Roma, jadi bukan lagi alasan jika masalah modal jadi penghambat selama masih ada kreatifitas, jalan saja dengan gagah berani, pasti ada solusi seiring pengalaman dan jalan panjang dalam jatuh bangun merintis sebuah usaha dan cita cita, yang mulia.

Bagaimana kawan kawan di Pronojiwo? bersiaplah menyambut kejayaan sebagai destinasi wisata  yang maju dan profesional, tetap semangat...........salam.

Keyword  : tumpak sewu, pronojiwo, lumajang,goa tetes,semeru,taman nasional, trekking, wisata,wonderful, indonesia



Selasa, 19 Juli 2016

Spot Cantik Jalur Lintas Selatan Jawa Timur 4 : Edisi Malang-Lumajang



SPOT CANTIK WISATA ADVENTURE
PRONOJIWO-LUMAJANG

Banyak di antara kita yang hidup di sekitar Kabupaten Malang dan Lumajang tidak menyangka ada air terjun seindah ini di sana, bahkan bukan hanya air  terjun tumpak sewu saja, tetapi juga beberapa air terjun dan obyek wisata lain yang tak kalah bagusnya perlahan tapi pasti mulai bergeliat, Potensi wisata di Kecamatan Pronojiwo ini sebetulnya memang luar biasa, hanya pengelolaannya saja yang perlu di buat se nyaman dan se aman mungkin bagi wisatawan

Walaupun sebenarnya tempat ini sudah ada sejak jaman dahulu tetapi ternyata tidak banyak orang yang mengenalinya, kecuali hanya  oleh sebagian penduduk sekitar saja, oleh karenanya patut kita syukuri anugerah yang indah ini dapat kita nikmati saat ini, dan untuk itulah  kami siap untuk mengantar Anda menikmati keindahan yang luar biasa ini.


AIR TERJUN TUMPAK SEWU ATAU COBAN SEWU

Luar Biasa Indahnya


Sisi Lain Air Terjun Tumpak Sewu


AIR TERJUN KAPAS BIRU

Airnya Selembut Kapas Yang Menbiru

Pagi Yang Indah Di Kapas Biru

Aliran Di Bawah Air Terjun Pun Sedap Di Pandang Mata



Deras Dan Besar Aliran Air Terjun Ini


AIR TERJUN KABUT PELANGI

Laksana Kabut Menempel Di Dinding Batu Menjulang

Sedikit Tersembunyi Nampak Semakin Indah

Tak Salah Di Namakan Kabut Pelangi,Walaupun Pelangi Munculnya Saat Tertentu Saja

Aliran Sungai Langsung Dari Gunung Semeru


PUNCAK B-IGR (2055 mdpl)

Pemandangan Pagi Dari Lereng Bukit B-IGR 2055 mdpl

Temaram Pagi Jauh Di Ufuk Barat

Semeru Yang Indah  Dari Puncak B-IGR


SUNRISE  PIKET NOL

Gunung Raung Dari Kejauhan Pagi

Melengkung Simetris Perbatasan Kecamatan Pronojiwo Dan Kecamatan Candipuro  

Menyambut Pagi Di Puncak Piket Nol


SUMBER TELU


Air Sungai Ini Murni Dari Sumber Air Di Kiri Kanan Tebing
Jembatan Bambu Yang Tak Pernah Berubah
Inilah Mata Air Jernih Itu
Sebagian Jalur Tracking

COBAN CIBLUNGAN

Air Terjun Kecil Dan  Indah Ini  Lokasinya Paling  Mudah Di Jangkau

key word :lintas selatan jawa timur,tracking,air terjun,paket wisata,tumpak sewu,coban sewu,kapas biru,kabut pelangi,semeru,mahameru,piket nol,goa tetes,pronojiwo,lumajang,malang





Jumat, 24 Juli 2015

Inspirasi Lebaran 6 : Ranu Darungan Wisata Pembelajaran




Never Ending Inspiration
".....Never Ending Inspiration....."

Entah kenapa saya suka dengan kalimat ini, mudah mudahan serial inspirasi lebaran ini tidak berhenti disini (karena lebaran ketupat juga hampir usai yang berarti serial inspirasi lebaran juga harus berhenti di seri 6), tetapi sudah ada serial lain yang menunggu moment yang tepat untuk muncul.

Ranu Darungan

Danau ini masih kalah tenar dibanding saudaranya di sisi utara dan timur semeru, katakanlah Ranu Kumbolo, Ranu Pane, Ranu Bedali dll. Tetapi kelak jika Pronojiwo sudah tenar sebagai destinasi wisata adventure maka tempat ini akan menjadi tempat yang special.

Ranu Darungan Kini (Photo By Teguh Abix Nazzla-Nayyara)
Spesial ? apa yang menarik sehingga menjadi special ?

Menyandang sebagai bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru maka itu merupakan modal yang tinggal selangkah lagi menjadi  tujuan wisata yang menarik. Dan karena status  itu pulalah maka dalam imajinasi saya layak untuk menjadi wisata pembelajaran.

Wisata pembelajaran, bukan wisata pendidikan?

Pendidikan menjadikan seseorang menjadi sesuatu, pembelajaran menjadikan seseorang memahami sesuatu, wuih…teoritis banget ya..

Tenang Dan Damai  (Photo By Teguh Abix Nazzla-Nayyara)
Saya membayangkan setiap orang yang berkunjung nantinya akan dapat belajar memahami alam,menyayangi hutan,sehingga akan tersenyum karena memahami  sesuatu ketika pulang.

Memahami alam membuat kita mengerti bahwa betapa alam telah banyak memberi kepada kita.. air, oksigen,makanan dll...pokoknya sandang,pangan,papan lah..semuanya tersedia di alam ini,sehingga kita tidak lagi semau-maunya sendiri dalam mengeksploitasi alam. Betapa indah bila dapat berjalan seiring seirama dengan alam, alam sudah menyayangi kita dan sudah seharusnya kita juga menyayangi alam.

Lalu apa yang bisa diwujudkan di Ranu Darungan ini?

Biarkan seperti apa adanya, biarkan lestari dan menjaga anak cucu kita kelak, cukuplah seandainya di pinggir hutan itu kita buat bumi perkemahan yang bersih,aman dan terawat dengan baik di lingkungan yang terbatas, ada pos TNBTS yang senantiasa menjaga segala aktivitas pengunjung, ada wahana tempat belajar misalnya dengan mendirikan taman kupu-kupu,bolehlah kalau mau ditambah wahana outbond,asal ketenangan tetap harus dijaga.

Kira-kira begitu bayangan saya, bagaimana pendapat Anda?


Inspirasi Lebaran 5 : The Akik Phenomena

 Inspirasi Lebaran 5 :“The Akik Phenomena…”
Warna Warni Batu Akik (www.akikmania.com)
Rasanya hampir semua topic pembicaraan dimanapun pada Lebaran kemarin tak lepas dari akik ( terutama kaum pria ), pokoknya  tiada hari tanpa akik.

Saat saya beli bensin di POM terlihat  pegawai terlihat sedang menggosok gosok akik disela sela pekerjaannya, saat saya servis mobil juga begitu,masih sempat-sempatnya para montir ini menggosok gosok akik ,di sepanjang jalan dari rumah ke kantor terlihat ada beberapa tempat penggosokan akik.

Tak salah memang mengikuti sesuatu yang lagi trend, dan tak jarang saya melihat  cincin bermata batu ini menempel di tiap jari kiri dan kanan, kecuali jempol…ya delapan jari penuh akik, besar besar lagi..hi hi…lucu juga.

Yang menarik adalah siapa sih yang memulai? kemudian menggoreng harga ( pinjam istilah main-main harga saham ) sedemikian rupa hingga  harganya bisa melejit tinggi? Persis seperti  fenomena anthurium  dan  burung kenari beberapa waktu lalu.

Bagi saya situasi ini biasa biasa saja, saya tidak benci, tapi senang juga enggak, saya hanya suka mengamati fenomena seperti ini mengapa sering terjadi.

Banyak juga diantara kita  memanfaatkan fenomena ini dengan cerdik untuk mengambil keuntungan. Ada yang jual beli akik jadi, ada yang menjual jasa pembentukan dan pemolesan batu akik, ada yang khusus menjual cincin/mban dll.

Namanya juga kesenangan, sah sah saja untuk melakukan apapun sepanjang tidak mengganggu kepentingan yang lebih utama, apalagi bagi para pelaku bisnis akik,jangan sampai  kedepannya  merugi jika suatu saat berganti trend yang baru lagi, harus jeli kapan harus masuk dan kapan harus keluar,persis kayak istilah tinju, taktiknya haruslah “hit and run”…sebab kalau tidak, masih ingat fenomena anthurium beberapa waktu lalu kan? Ada lho tetangga saya yang sampai kehilangan rumah gara gara terlalu semangat  “hit”  tapi lupa “run”…

Ada yang lucu juga  dari fenomena akik ini, adik saya sebelumnya dikenal dengan sebutan tambahan di belakang namanya yakni  Yudi Pitik, maksudnya dia memang jual beli dan pelihara ayam bangkok maupun ayam biasa, tapi sekarang “gelar” nya berganti gara gara menekuni usaha per-akik-an ini, jadi Yudi Akik…hehe…ada ada saja…

Pesan saya untuk para “pengusaha” per-akik-an………kalau sudah  “hit” jangan lupa “run”… biar nggak K.O he..he...

Bagaimana pendapat Anda?

Kamis, 23 Juli 2015

Inspirasi Lebaran 4 : Piket Nol Sunset,Sunrise atau Outbond

Inspirasi lebaran 4 : Piket Nol Sunset, Sunrise Atau  Outbond ?

“Logika membawa kita dari A ke B, Imaginasi membawa kita kemanapun kita mau…( Albert Einstein).”

Sunrise Di Piket Nol, Di Ambil Dari Perbatasan Pronojiwo-Candipuro
Lho apa hubunngannya dengan piket nol?

Teman teman dari Lumajang pasti nggak asing dengan tempat ini, dan sepertinya dari dulu nggak ada perubahan yang signifikan, kecuali pembangunan tower telkom di sisi utara jalan, secara pariwisata  boleh dikatakan jalan ditempat bahkan tidak seramai dulu,sering  hanya dipakai sebagai rest area saja, bukan begitu?...Lalu apa..?

Kabut Pagi Di Lembah, View Arah Pantai  
Sekedar bernostalgia, dulu sekali, kalau kita ke Piket Nol biasanya sering diikuti oleh orang orang yang mungkin dari penduduk sekitar,pria atau wanita bahkan anak anak, mereka selalu  membawa parang atau arit yang tajam mengkilap, ngeri memang…tapi sebetulnya nggak apa apa karena memang begitulah kebiasaan mereka sehari hari. Nyatanya juga nggak pernah dilaporkan kejadian yang aneh aneh, mudah mudahan sekarang hal begini sudah nggak ada lagi.

Kelok Cantik Di Batas Pronojiwo-Candipuro
Lalu apakah ada yang salah?  Nggak ada……dan memang bukan itu yang kita cari, saya hanya mencoba ber-imagine, apa sih yang dapat kita nikmati di Piket Nol ?

Posisi tempat ini sangat  strategis, berada di puncak bukit dengan  hutan menghijau, dari sana kita bisa melihat indahnya gunung semeru sekaligus cantiknya garis pantai laut selatan serta  lembah yang menghampar..sempurna bukan? sejenak saya terbayang bukit Kintamani di Bali, bedanya di Piket Nol nggak ada view seperti  Danau Batur yang indah itu, tapi justru kelebihan Piket Nol yang tidak dimiliki Kintamani adalah view nya kearah laut selatan, jauh lebih menakjubkan.

Imajinasi saya juga melayang membayangkan  di Piket Nol ada wahana  outbond yang professional, ada flying fox dan juga  ada beberapa spot di puncak bukit untuk menikmati pemandangan, ada lokasi untuk berkemah dan yang paling penting tersedia beberapa toilet yang sangat bersih, jujur saja untuk hal satu ini merupakan  kekurangan di banyak tempat wisata kita, ada sih beberapa tersedia toilet tapi kebanyakan kurang bersih dan bau.Ingatlah bahwa seberapa bersih toilet kita mencerminkan siapa kita.

Mentari Menyembul Jauh Di Atas Gunung Raung, View Dari Piket Nol
Lalu apa sebenarnya kekuatan tempat ini yang bisa kita nikmati?  jawabannya adalah sunrise dan sunset, ya…dari tempat ini sesungguhnyalah sangat sangat indah jika kita menikmati sunrise ataupun sunset.

Sunrise dengan latar belakang gunung raung dan argopuro memberikan view yang sangat indah, demikian pula dengan sunset  yang terbenam di perbukitan kaki semeru dengan lembah di latar depannya, pasti memberikan kesan yang indah bagi adventurer.

Vegetasi Cantik Di Piket Nol
IMHO..Yang perlu dilakukan terhadap Piket Nol ini adalah rebranding dan repositioning. 

Rebranding dengan cara memantapkan image Piket Nol sebagai tujuan wisata adventure yang komplit, menarik,aman dan nyaman. 

Repositioning dengan menata diri dan fokus bahwa kalau ingin menikmati sunrise atau sunset yang indah maka Piket Nol  lah tempat yang paling tepat. CMIIW

Jadi untuk Piket Nol apa yang menarik? Sunrise? Sunset? Outbond?.......ketiga-tiga nya deh...


It's just my opinion, bagaimana pendapat Anda?.... semoga bisa menjadi inspirasi...

Rabu, 22 Juli 2015

Inspirasi Lebaran 3 : Lamijah dan Damari

Inspirasi Lebaran 3 : Lamijah dan Damari

Dua anak muda ini menjadi inspirasi bagi kita semua, semangat dan perjuangan yang pantang menyerah untuk hidup di tanah rantau menjadikannya layak menjadi contoh bagi kita semua.
Sudah lama sebetulnya saya kepingin share kisah inspiratif ini, namun pada moment kali inilah  saya rasakan tepat untuk kita ambil spirit dari perjuangan teman kita ini.


Lamijah

Lamijah mengawali perantauannya di Bali dengan menjajakan buah buahan,kita tahu bahwa cuaca yang panas di Pantai Kuta pastilah sangat menyengat, dan peluang ini dapat dimanfaatkan dengan baik olehnya.

Kini Lamijah tidak hanya menjual buah buahan,tetapi sudah merambah ke bisnis kos kosan, jadi ceritanya bukan dengan ujug ujug membeli property yang demikian mahal itu, tetapi dari hasil bisnis buah buahan itu sedikit demi sedikit akhirnya  digunakan untuk menyewa sebuah lahan kosong, nah diatas lahan itulah dibangunnya kos kosan dengan beberapa kamar, dan mengalirlah pendapatan ke pundi pundinya.

Sebuah kecerdikan menyiasati hidup, dan pasti dengan perjuangan yang tak kenal lelah.
Semoga menjadi inspirasi.

Hmm...Sedaap
Damari

Lain halnya dengan lamijah, maka Damari pun  kali ini juga menjadi inspirasi bagi kita tentang usaha yang tak kenal lelah hingga menghasilkan hal yang membanggakan.


Ceritanya Damari ini tidak seperti Lamijah yang berusaha memanfaatkan pariwisata Bali, tetapi dia justru memulai usaha di luar kota Denpasar, tepatnya di kota Kapal, sebelah barat Denpasar.

Usaha yang dijalani Damari adalah jualan sate, ya…sate Madura yang memang sudah ada dimana mana itu,bedanya usaha yang dilakukannya tidak terpaku pada satu tempat dimana dia buka hingga saat ini, tetapi dengan niat membantu saudara saudaranya maka dibuatkanlah gerobak beserta perlengkapannya termasuk bahan baku sate,untuk dibuka di daerah lain yang tidak jauh jauh dari usahanya saat ini.

Inspirasinya adalah Damari membantu saudaranya buka usaha sekaligus melebarkan size bisnisnya sendiri, franchise sate versi Damari.

Terakhir saya ketemu katanya sudah memiliki 5 gerai gerobak sate, artinya jika Damari perlu cuti jualan sate di gerainya, maka yang empat gerobak masih tetap jalan, dan rupiah pun tetap masuk ke kantongnya.

Hmm...menarik bukan? semoga terinspirasi...

Selasa, 21 Juli 2015

Inspirasi Lebaran 2 ( Angan-Angan ) Paket Wisata Imaginer Pronojiwo

Inspirasi Lebaran 2 : ( Angan Angan )  paket Wisata Imaginer Pronojiwo Adventure

Saya sering  meng-arrange jika ada acara wisata di kantor saya, terutama jika harus menentukan mana object yang menarik untuk dikunjungi,dari awal sampai akhir, karena itu  begitu tahu ada beberapa tempat yang eksotis ini langsung muncul di benak saya untuk membuat itenary sebuah paket wisata full untuk meng-explore Pronojiwo.

Saya membayangkan wisata 3 hari 2 malam dengan detail sebagai berikut :

Hari ke - 1
             06.00   Berangkat dari kota Malang.(pilih Malang karena akses paling                                   mudah dan potensial )
             09.00   Tiba di lokasi air terjun Tumpak Sewu, disambut partner lokal     (                            (guide)
             12.00   Ishoma ( makan siang dengan menu sederhana seperti nasi
                          jagung sambel lalapan plus Ikan )                          
             13.00   Menuju Goa Tetes
             16.00   Menuju Piket Nol, disana tersedia  jagung bakar,wedang ronde,
             20.00   Makan Malam ( nasi goreng khas Pronojiwo ) dilanjutkan dengan                             Melihat aliran lava Gunung Semeru dari desa                                                                 Sumberurip/Gunung Sriti.
             22.00   Istirahat

Hari ke-2
             04.00  Berangkat mengejar Sunrise di Puncak B-IGR
             07.30  Sarapan nasi pecel
             08.00  Menuju Ranu Darungan
             10.30  Menuju Air terjun Kapas Biru
             13.00  Makan Siang
             14.00  Tubing di  Kalibening dan Flying Fox ( disana disediakan aneka                                gorengan,ketela,pisang rebus dan wedang jahe )
            17.00  Istirahat,bisa dilanjutkan acara bebas misalnya dengan makan                                 Bakso khas pronojiwo.


Hari ke-3
            07.00  Sarapan menu khas sayuran ladang (junggul,kuningan,pucuk labu                         dll.) sambel bawang,oseng-oseng pakis/jamur.
            08.00  Wisata Hutan, menuju alas kembangan untuk foto foto  dan                                       melihat aliran sungai Besuk Bang.
            10.00  Agrowisata Salak Pondoh, mengunjungi kebun salak pondoh                                     dengan petik sendiri.
            12.00  Ishoma, makan siang
            13.00  Kembali ke Malang

OPTIONAL :
                      Hari ke-3 juga bisa diisi dengan Trail Adventure,dengan menjajal track mengelilingi
                      Kecamatan Pronojiwo dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan minat                                     wisatawan.

Dari  itenary diatas bisa kita lihat kebutuhan yang perlu disediakan oleh  partner  lokal, antara lain :

Hari ke 1, seorang tour guide lokal,lokasi parkir di 3 tempat wisata,ongkos masuk, makan siang dan makan  malam,kebutuhan snack sore,penginapan.

Hari ke 2,seorang tour guide lokal,lokasi parkir di 4 lokasi wisata, ongkos masuk,makan pagi,makan siang, snack sore,makan malam, penginapan.

Hari ke 3,seorang tour guide lokal,lokasi parkir di 2 tempat wisata,ongkos masuk,makan pagi,makan siang.

Bila option yang diambil  trail adventure,maka tambahan sewa trail,bensin,personel pengamanan/safety riding.

Potensi pemasukan

Untuk pemerintah ( Bisa RT/RW atau Desa atau Karang Taruna): retribusi parkir,ongkos masuk lokasi.
Untuk Karang Taruna : Jasa Tour Guide,penyediaan olahan makan minum snack,personel pengamanan lokasi/operator.
Untuk masyarakat : penyediaan bahan makanan/sayur mayur,agrowisata kebun salak pondoh,penjual bakso,nasi goreng dll. Toko peralatan mandi,obat obatan.

Tentu masih banyak multiplier effect yang belum tersebutkan di sini, yang jelas pasti segala hal yang menunjang kegiatan wisata ini akan luar biasa, secara immaterial pun akan semakin menambah  kebaanggaan dan kepercayaan diri warga masyarakat.

Dunia terus berubah dan berkembang dengan sangat cepat, bukan tidak mungkin nantinya akan go nasional,bahkan go international. Semoga.


Inspirasi Lebaran 1 : Pronojiwo 2015

Inspirasi  Lebaran 1 : Pronojiwo 2015


Jalan setapak menuju lokasi
 Setiap pulang kampung saat lebaran selalu  ada hal yang menjadi inspirasi bagi saya, kali ini saya terkesan dengan desa saya yang lagi semangat menjadi lebih  maju, itulah Desa  Pronojiwo yang terletak di ujung barat Kabupaten Lumajang berbatasan dengan Kabupaten Malang.
Saya melihat para penduduk terutama kaum mudanya sedang  tersadar bahwa desa mereka punya potensi yang luar biasa, dan  berusaha untuk meng eksplore agar potensi itu segera menjadi kekuatan  pariwisata yang besar.

Cukup deras dan harus ekstra hati hati

Adalah Dedi,salah satu anak muda yang kebetulan juga anak paman saya, bersama teman temannya bahu membahu menggali potensi wisata di Pronojiwo, ada air terjun tumpak sewu yang menurut saya indahnya setara dengan air terjun Benang Kelambu di Lombok, kemudian ada air terjun Kapas Biru yang sangat indah,dan terakhir sedang dirintis adalah wisata tubing di aliran sungai kalibening, alirannya tepat di atas air terjun kapas biru, dan yang istimewa adalah air sungai ini sebagian besar diperoleh dari sumber air yang memancar dari tebing di kiri kanan sungai,airnya sangat jernih,segar dan sangat  indah.

 
Track nya cukup menantang
Para pemuda ini tiap sabtu dan minggu bergotong royong membersihkan,memperbaiki dan memelihara tempat wisata baru ini, mudah mudahan semangat ini tak pernah kendor dan semakin banyak wisatawan yang datang mengunjungi.

Inilah Track untuk tubing
Saya sempat mencoba tubing di aliran sungai kalibening yang saat ini baru selesai sekitar 200 meter, hal ini disebabkan banyaknya batu besar yang susah untuk dipinggirkan dari tengah sungai demi mendapatkan jalur yang bagus, kesan saya luar biasa, aliran sungainya cukup deras dan benar benar membutuhkan nyali untuk menikmatinya,untuk tubing mungkin arus aliran airnya termasuk grade 3 atau minimal grade 2 lah….CMIIW.

Air terjun ini berasal langsung dari mata air di sisi tebing
Percaya atau tidak, sejak kecil saya sudah  mengenal sungai ini, karena saya lahir juga di daerah ini,sadar sih akan keindahannya, tetapi karena banyak pepohonan yang menggelayut dan liar maka dari dulu kesannya hanyalah sebagai sungai yang cukup angker, tetapi sekarang perlahan semuanya sirna, berganti menjadi menarik,bersih dan sedap dipandang mata, terimakasih untuk warga sekitar yang begitu peduli.

Sunrise View- Puncak B-IGR 1055 mdpl
Saya juga menikmati tracking menuju puncak sebuah bukit yang kami namakan Puncak B- IGR, (nama keren kami untuk puncak bukit igir igir 1055 mdpl ) di desa sumberurip, berangkat setelah shalat subuh demi mengejar sunrise, dengan lama tracking sekitar +- 1 jam. Sebetulnya jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat parkir,hanya saja jalurnya langsung menanjak hingga ada yang mencapai 30 - 45 derajat sehingga cukup  ngos ngosan juga.Tetapi begitu tiba dipuncak seketika rasa lelah langsung sirna,berganti dengan pemandangan indah sunrise diujung timur dimana terlihat gunung raung dan argopuro,disisi lain indahnya gunung semeru hingga ke kaki gunung sangat  mempesona, dan di sisi selatan terlihat perbukitan indah dengan pemandangan laut selatan terlihat di sela selanya.

Puncak B-IGR - Pegunungan Sriti View
Semua ini menjadi inspirasi dan angan angan bagi saya untuk suatu saat desa saya ini menjadi terkenal karena wisata adventure nya,  menurut saya sangat-sangat bisa jika dikelola seperti wisata goa pindul di gunung kidul, atau wisata green canyon di pangandaran, bahkan wisata air terjun seperti yang ada di Lombok.Saya yakin ada banyak Dedi Dedi lain yang bisa berperan lebih jauh untuk kemajuan wisata di Pronojiwo.

Puncak B-IGR- Semeru View
Sudah selayaknyalah kita semua berkontribusi sesuai kemampuan dan bidang kita masing masing, dan kebetulan saya juga punya passion dalam hal seperti ini, maka sekecil apapun hal yang dapat kita perbuat pasti akan bermanfaat bagi kemajuan desa kita. Semoga


Senin, 09 September 2013

Ranu Kumbolo,Never Ending Inspiration

Ranu Kumbolo, Never Ending Inspiration
7-8 September 2013


Semeru memberikan pelajaran kehidupan kepada saya,bahwa yang kita perlukan hanyalah melangkah dan terus melangkah,apapun yang kita lihat dan jumpai dalam perjalanan adalah energi yang memicu semangat untuk terus mengayunkan langkah kaki,tak lupa juga harus kita syukuri anugerah yang tiada habisnya.

Jikalaupun lelah dan harus beristirahat,sesungguhnya adalah untuk membulatkan tekad,semangat serta mengumpulkan kembali kekuatan mencapai tujuan.

Bila sampai di atas,hanya rasa syukur yang terus kita panjatkan kepada Yang Maha Kuasa,..yang  telah mengijinkan saya untuk menikmati segala karunianya.

Tak lupa kita siapkan lagi peta jalan pulang agar tak tersesat,dan kita berikan semangat mereka yang kita temui di jalan dan sedang berusaha mencapai tempat tujuan,walau terkadang harus mengatakan dekat padahal masih jauh, seratus meter padahal lima kilo meter,satu kali jalan turun  padahal berikutnya sepuluh tanjakan menanti.

Ah...lebih baik kita nikmati perjalanan ini....

Hangatnya Pagi
Magical Morning

Danau Beku

Sunrise Ranu Kumbolo

Warna Warni

Oro-Oro Ombo

Menuju Cemoro Kandang


Tanjakan Bonus


Landengan Dowo


Dekat Pangonan Cilik Savana

Pagi di Tanjakan Cinta