Label

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Mei 2021

Gendut Pendek Ndoweh

Dalam pergaulan sehari-hari  sering kita dengar seseorang  memanggil yg lain dengan julukan tertentu seperti gendut, pendek, ndoweh, precil, dll. yang biasanya diucapkan jika sudah merasa dekat dan akrab.

Meski  kadang menyahut, kita tak tahu apa yang sebenarnya ada di hati orang tersebut.

Islam melarang umatnya menggunakan julukan yang dapat membuat marah orang lain, apalagi dengan niat untuk benar-benar mengejek.

Larangan ini kita temukan dalam Surat Al Hujurat ayat 11.

Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan _gelaran_  yang mengandung ejekan.

Imam An Nawawi dalam kitab Al Adzkar  juga *mengharamkan*  panggilan buruk  baik kepada sesama muslim maupun non-muslim meskipun julukan itu sesuai dengan kenyataan.

Larangan ini berlaku  dengan prinsip mencegah permusuhan di antara sesama Muslim maupun sesama manusia. 

Bukankah setiap orang diharuskan saling menghormati orang lain, sebagaimana kita tidak ingin *dihinakan* oleh orang lain pula.

Sesungguhnya menjaga kehormatan dan memuliakan orang lain adalah sumber rezeki kita, sebagaimana ikan menjaga terumbu karang tempatnya mencari makan. Ikan yang cerdas tidak akan menghancurkan terumbu karangnya sendiri.

Tetap semangat  dan salam hangat untuk kita semua.

(Sumber: Islami.co)

Jumat, 15 Januari 2021

Kehidupan Adalah Apa Yang Kita Lukiskan

Ada seorang pelukis yang mendapat anugerah sebuah kanvas yang sangat besar, dengan tinta dan peralatan yang lengkap dlm jumlah tak terbatas. Dia pun bisa mengekspresikan karyanya dengan sangat bebas dan leluasa.

Ia bebas melukis apa saja yg diinginkan,dipikirkan dan dirasakan. 

Lukisan bertemakan kesedihan, kegembiraan, cinta, susah atau senang semuanya  bebas di pilih, karena itu adalah hak dari sang pelukis dan semua pilihan itu adalah benar.

Pelukis adalah diri kita.
Lukisan adalah kehidupan kita.
Kanvas,cat dan peralatan lain adalah sarana yang telah diberikan Tuhan kepada kita, sebagai makhluk sempurna  yang sangat disayangi Nya.

Terserah kita mau melukis apa dalam kehidupan kita, Tuhan memberikan kebebasan beserta rambu rambunya, hasil lukisan itu tidak ada yang salah, semuanya  benar.

Jadi pastikan melukis hanya sesuai keinginan dan rambu rambu saja.

Rabu, 08 Agustus 2018

Inspirasi Wisata : Wonderful Pronojiwo





Ranu Darungan,masuk kawasan TNBTS

Tulisan ringan ini sama sekali bukan bermaksud menggurui kawan kawan pelaku wisata terutama di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur  yang saat ini mulai bersinar seiring berkembangnya dunia pariwisata disana, tetapi sebagai ide yang mudah mudahan bisa menjadi sumbang saran.

Bicara mengenai potensi wisata Pronojiwo, maka ada tiga unggulan utama yang visa jadi andalan, yakni adventure, agrowisata dan budaya, jika dijabarkan lebih jauh maka potensi adventure ada soft adventure dan hard adventure,potensi agrowisata ada wisata petik salak pondoh juga persawahan dan potensi atraksi budaya ada atraksi kesenian lokal dan kirab budaya tahunan.

Yang tergolong soft adventure misalnya wisata panorama tumpak sewu, wisata ranu darungan dan piket nol sedang hard adventure misalnya wisata jelajah tumpaksewu-goa tetes, wisata air terjun kapas biru, kabut pelangi, trail adventure dll.

Jelajah goa tetes-tumpak sewu di bagian dasar jurang

Wisata agro yang sangat layak dan patut dikembangkan adalah wisata petik salak pondoh, hingga saat tulisan ini dibuat belum ada wisata petik salak sebagai atraksi wisata, padahal pasti sangat menarik sekaligus mempunyai nilai ekonomi lebih bagi para petani, lihat saja wisata petik apel dan jeruk di Batu sebagai perbandingan.

Wisata budaya yang sudah rutin adalah kirab budaya  dalam rangka bersih desa maupun perayaan HUT kemerdekaan, Akhir akhir ini juga ada upaya untuk menampilkan atraksi seni dengan latar belakang air terjun tumpak sewu, jika dikelola dengan baik pasti akan menambah nilai wisata.

Untuk mengembangkan seluruh potensi wisata pronojiwo menjadi lebih bernilai maka ada baiknya kita pinjam istilah menteri pariwisata Arief Yahya bahwa untuk menjadi destinasi wisata yang baik harus kita perhatikan tiga komponen pariwisata yakni 3A  "Attraction" "Access" dan "Amenity."

Dalam konteks Pronojiwo, yang termasuk dalam Attraction adalah seluruh tempat wisata ( tumpak sewu,goa tetes,kapas biru,kabut pelangi, ranu darungan,sumbertelu, piket nol  dll.) juga potensi agrowisata  dan seluruh atraksi budaya yang ada,sebetulnya masih banyak atraksi wisata yang sebenarnya bisa dijual jika mau digali dibuat dan dikelola lebih kreatif lagi.

Selanjutnya Access, maka sarana dan sarana menuju destinasi wisata diatas haruslah mudah, murah,nyaman bagi wisatawan, tidak hanya di lokasi wisatanya saja yang harus bagus dan tertata tetapi juga termasuk aksesibilitas dari kota kota di sekitarnya, seperti Malang, Jember,Surabaya, Banyuwangi bahkan Bali.

Harus kita akui bahwa akses menuju Pronojiwo sudah lumayan namun masih belum nyaman dan mudah,apalagi sangat banyak truk pasir yang pasti menghambat laju kendaraan dari dan ke pronojiwo karena lebar jalan masih kurang walaupun saat ini sedang dan akan dikembangkan sesuai pembangunan jalur lintas selatan. Dan tak boleh lupa akses menuju tempat wisatanya sendiri saat ini masih tergolong apa adanya, perlu penanda yang sangat menarik sebagai pintu masuk kawasan wisata,misalnya gapura yang menarik dan elegan,bahkan dibuat yang instagrammable agar lebih membuat penasaran wisatawan untuk berkunjung.

Selanjutnya Amenity, yakni sarana pendukung sebuah destinasi wisata yang harus ada seperti hotel/homestay/penginapan, restoran,rumah makan, money changer,toko cindera mata. Keramah tamahan penduduk dan para pelaku wisata yang bisa membuat betah wisatawan.

Di Pronojiwo belum ada homestay  apalagi hotel, jika ingin menginap harus di rumah-rumah penduduk atau berkemah, demikian pula  rumah makan yang layak, representative dan dekat tempat pariwisata, sulit menemukannya, padahal wisatawan yang datang pasti membutuhkan itu semua, apalagi sekarang sudah semakin banyak turis domestik maupun manca negara yang berkunjung. Jangan lupa pula untuk menyediakan lahan parkir dan toilet yang bersih,satu hal yang sering kurang  diperhatikan dalam pariwisata Indonesia pada umumnya.

Apa yang harus dilakukan untuk lebih mempercepat pengembangan wisata di Pronojiwo?

1. Attraction, kita harus fokus dengan sangat serius pada wisata adventure, karena kekuatan utama wisata pronojiwo ada di sini, kelola dengan baik dan profesional,beri kesempatan para pemuda untuk menuangkan idenya, bahkan ide itu harus memberikan nilai lebih dari yang diharapkan para wisatawan.

Contoh ide wisata adventure ini antara lain, paket jelajah tumpak sewu-goa tetes, paket trekking kapas biru-sumber telu, paket motor atau jeep adventure keliling pinggir hutan TNBTS hingga desa sumberurip, paket trekking sunrise/sunset dengan view semeru dari puncak Igir igir, bikin event nasional enduro marathon kayak yang di Bromo, bikin banyak tempat yang instagrammable, flying fox, river tubing dan lain sebagainya. Semua itu bisa dikemas dengan menarik.

2. Access, jika kita fokus pada wisata adventure, maka keterbatasan akses menjadi lebih ringan,sebab pada umumnya wisatawan adventure justru menikmati kealamian suasana apa adanya,tetapi akses menuju Pronojiwo sendiri haruslah bagus,lancar,cepat dan nyaman, untuk itu perlu perbaikan yang significant, demikian pula akses menuju destinasi wisata nya sendiri haruslah dibuat lebih gampang,simple dan yang terpenting faktor keamanan dan kenyamanan harus diperhatikan betul.

Bicara tentang akses maka saat ini berarti juga kemudahan informasi, maka kerjasama dengan travel agent dan aktif di sosial media maupun media massa lainnya merupakan sarana ampuh untuk mem branding keunggulan wisata pronojiwo.

3. Amenity, ini memang salah satu kekurangan saat kita berwisata di Pronojiwo, maka perlu kreatifitas untuk membuat wisatawan lebih lama tinggal dan merasa nyaman, dan itu berarti  harus ada sarana akomodasi/hospitality serta kuliner yang nyaman, bersih dan memadai.

Untuk saat ini yang sangat perlu adalah keberadaan  homestay dan rumah makan yang layak, homestay boleh sederhana namun harus bersih,sehat, dan ada air hangat. Bangunan semi permanen yang unik dan memiliki nuansa seni yang bagus bisa jadi pilihan. Rumah makan yang enak, higienis,nyaman,murah dan dekat dengan lokasi wisata sangat dibutuhkan wisatawan.

Satu hal lagi yang juga sangat penting, untuk melakukan itu semua  jangan menunggu perhatian dan uluran tangan pemerintah, pasti bisa lama dengan birokrasi yang nggak mudah, belum lagi kalau dihubungkan dengan kepentingan kepentingan tertentu, pasti bikin pusing.

Jadi seyogyanya kita para pelaku wisata ini langsung saja bergerak, kreatif dan konsisten, pun jika setelah berjalan lancar lantas ada yang klaim mengklaim keberhasilan dari pihak anggap saja hal biasa yang sering terjadi, maka biarkan saja, tetap fokus, toh profesionalitas tetap ada pada rekan rekan sekalian, wisatawan tetap melihat para pelaku wisata, bukan pengklaim wisata.

Terakhir masalah modal, ini klasik banget dan sering jadi hambatan bahkan sebelum bergerak,dalam bidang apapun,  ingat...banyak jalan menuju Roma, jadi bukan lagi alasan jika masalah modal jadi penghambat selama masih ada kreatifitas, jalan saja dengan gagah berani, pasti ada solusi seiring pengalaman dan jalan panjang dalam jatuh bangun merintis sebuah usaha dan cita cita, yang mulia.

Bagaimana kawan kawan di Pronojiwo? bersiaplah menyambut kejayaan sebagai destinasi wisata  yang maju dan profesional, tetap semangat...........salam.

Keyword  : tumpak sewu, pronojiwo, lumajang,goa tetes,semeru,taman nasional, trekking, wisata,wonderful, indonesia



Jumat, 03 Juni 2016

Cangkir Teh Kehidupan





author : K. Tatik Wardayati
Thursday, 02 June 2016 - 06:15 pm
Intisari Online



                                                    Ilustrasi.feathersandcupcakes










Intisari-Online.com – Alkisah, hiduplah pasangan yang sangat menyukai mengumpulkan barang-barang antik. Mereka selalu pergi untuk menambah koleksi mereka.

Suatu hari, mereka melihat sebuah cangkir teh yang indah di sebuah toko antik kecil. Mereka bertanya kepada wanita penjualnya, “Kami belum pernah melihat cangkir yang begitu indah." Wanita penjual itu menyerahkannya kepada mereka, tiba-tiba cangkir itu berbicara.

"Anda lihat, saya tidak hanya cangkir teh. Ada suatu masa ketika aku hanya tanah liat merah. Tuanku membawa saya dan berguling saya dan menepuk berulang. Saya berteriak, 'Tinggalkan aku sendiri’, tapi dia hanya tersenyum, 'belum.  Kemudian saya ditempatkan pada roda berputar, dan tiba-tiba aku berputar dan sekitar dan di sekitar. ‘Hentikan! aku mulai pusing!’ aku berteriak. Tapi tuanku hanya mengangguk dan berkata, 'belum.' Lalu ia menempatkan saya di oven. Saya tidak pernah merasa panas seperti itu. Sku bertanya-tanya mengapa ia ingin membakar saya, dan saya berteriak dan mengetuk pintu. Saya bisa melihat dia melalui kaca, dan saya bisa membaca bibirnya, sambil menggeleng, "belum."

Akhirnya, pintu terbuka, ia menempatkan saya di rak, dan saya mulai dingin. "Nah, itu lebih baik," kataku. Dan tuanku menyikat dan mengecat saya seluruhnya. Asap yang mengerikan. Saya pikir saya akan muntah. 'Hentikan, hentikan!’ Saya menangis. Tuanku hanya mengangguk, ‘Belum.’ Lalu tiba-tiba ia menempatkan saya kembali ke dalam oven, tidak seperti yang pertama. Ini adalah dua kali lebih panas, dan saya tahu saya akan mati lemas. Saya memohon. Saya memohon. Saya berteriak. Saya menangis. Tapi ketika saya melihat di kaca oven, tuanku menganggukkan kepala berkata, 'Belum.' Lalu saya tahu tak ada harapan. Saya tidak akan pernah membuatnya. Saya sudah siap untuk menyerah. Tapi pintu terbuka, dan dia membawa saya keluar lalu menempatkan saya di rak. Satu jam kemudian ia menyerahkan cermin dan berkata, 'Lihatlah dirimu!’ Dan saya lakukan, 'Itu bukan aku. Cantiknya! Aku cantik!”

"Aku ingin kau ingat, saat itu," kata tuanku, "Aku tahu ini menyakitkan untuk digulung dan menepuk, tetapi jika aku telah meninggalkanmu sendirian agar kering. Aku tahu itu membuatmu pusing berputar di sekitar di roda, tetapi jika aku berhenti, kau akan hancur. Aku tahu itu sakit dan panas dan tidak menyenangkan dalam oven, tapi jika aku tidak menempatkanmu di sana kau akan retak. Aku tahu asap yang buruk ketika saya sikat dan cat seluruh tubuhmu, tetapi jika aku tidak melakukan itu kau tidak akan pernah mengeras; kau tidak akan memiliki warna dalam hidupmu. Jika saya tidak menempatkanmu  kembali dalam oven kedua, kau tidak akan bertahan untuk waktu yang lama karena tidak akan keras. Sekarang kau adalah produk jadi. Kau adalah apa yang ada dalam pikiran saya ketika saya pertama kali mulai denganmu."

Sama seperti pengrajin yang tahu apa yang dia lakukan dengan tanah liat, Tuhan tahu apa yang Dia lakukan untuk semua umat-Nya. Tuhan adalah pembuat kita dan kita adalah tanah liat-Nya. Dia akan membentuk kita dan membuat kita, sehingga kita dapat menjadi sempurna untuk mencapai potensi kita dengan benar dan memenuhi kehendak-Nya yang sempurna.

Selasa, 24 Mei 2016

Sharing Usaha Setelah Pensiun Dan Kebebasan Finansial



Di grup WA saya beberapa teman sudah ada yang  pensiun,menjelang pensiun dan ada yang masih lama pensiun, saya sendiri memutuskan pensiun walaupun usia saya sebenarnya masih 45 tahun atau masih kurang 10 tahun lagi usia pensiun,tepatnya setelah ada rasionalisasi di perusahaan lama kemudian saya bekerja lagi di perusahaan yang baru,bahkan dengan jabatan baru, tapi tak lama kemudian saya putuskan pensiun...

Suatu ketika kami asyik membahas tentang pensiun, satu teman mengatakan akan pensiun lebih dini karena sudah capek dan pingin beristirahat apalagi  kesehatan yang mulai menurun, satu teman lagi masih pingin terus kerja karena banyak teman untuk bersosialisasi.

Teman saya  yang PNS  berpandangan pensiun berarti tinggal menikmati hari tua dan penghasilan masih masuk ke rekening tiap bulan, nikmat sekali sepertinya.

Sedangkan  teman swasta saya berpandangan bahwa pensiun apalagi jika memutuskan untuk pensiun muda berarti sudah harus  pada tahap financial freedom, banyak uang dan tinggal menikmati hasil investasinya saja,oooo mau dong...alangkah indah hidup ini...


Semua itu benar, tapi benarkah pensiun itu harus usia tua? atau benarkah kalau memutuskan pensiun muda itu harus sudah benar benar mapan secara finansial alias sudah pada tahap financial freedom?

Dua pertanyaan ini benar benar mengusik saya hingga akhirnya keputusan pun saya ambil..Pensiun, tapi pensiun saya ini bukan berarti saya tinggal ongkang kaki menghabiskan uang pensiun saya, tapi justru merupakan gerbang kehidupan baru yang sangat berbeda dengan sebelumnya,saya berpikir toh nanti di usia 55 saya juga harus pensiun, jadi mengapa tidak sekarang saja ketika saya masih penuh energi dan semangat untuk menapaki dunia baru yang bahkan tidak mengenal pensiun nantinya.

Untuk itulah melalui tulisan ini saya ingin berbagi pandangan dan pengalaman pribadi maupun yang saya ambil dari berbagai sumber, khususnya temtang kebebasan finansial.

Bicara kebebasan finansial umumnya dibenak kita langsung terbayang punya uang milyaran,sehingga katakanlah jika kita depositokan maka hasilnya akan bisa membiayai hidup kita tiap bulan, tak salah...memang  itu yang diharapkan kita semua, masalahnya nggak semua dari kita punya uang sebegitu banyak untuk didepositokan,apalagi sebagai karyawan, rasanya nggak mudah mengumpulkan sebegitu besar uang.


Tapi jangan khawatir,ada sebuah cara yang sangat mungkin bagi kita untuk meraih kebebasan finansial itu, dan ini mudah mudahan bisa menginspirasi kita semua sehingga ketika benar-benar tiba usia pensiun, kita sudah lebih siap menghadapi dan tentu saja.... menikmatinya.

Teman teman, tahukah anda bahwa ada suatu rumus dari kebebasan finansial, rumusnya sederhana saja yakni 1 : 1 = 100%,  yang mana 1 pertama  adalah hasil investasi  dan 1 yang kedua adalah total biaya hidup  sebulan,artinya jika total biaya hidup kita sebulan dapat dipenuhi oleh hasil invevtasi kita maka artinya kita sudah pada tahap financial freedom.

Bagaimana kalau belum 1 : 1? nggak apa apa, asal sudah tahu cara mencapai rumus itu berarti sudah ada di jalan yang benar.


Lebih jelasnya seperti ini :

Misalkan  biaya hidup kita sebulan sepuluh juta, kemudian kita punya simpanan emas 50  gram,  jika dalam satu tahun ke depan emas itu kita jual, dan kita untung misalnya 20% dari harga beli, maka hitungannya adalah sebagai berikut ;

biaya hidup : 10 juta
harga beli 50 gram emas : 20 juta
harga jual emas setahun mendatang (+20%)  : 24 juta
keuntungan setahun =4 juta, atau  sebulan hasil investasi emas adalah  333,333

Rumus financial freedom 1 : 1 =100%, maka hasil investasi : biaya hidup adalah 333,333  : 10,000,000 atau 0,033 : 1 =  3,3%

Artinya dari biaya hidup kita yang 10 juta per bulan baru kita penuhi unsur kebebasan finansialnya 3,3%

Kemudian ternyata kita dirumah punya bisnis laundry, dengan memanfaatkan pembantu  maka hanya dengan sedikit campur tangan kita bisnis itu sudah bisa jalan, katakanlah hasil bersih dari usaha laundry itu 1,500,000 perbulan, maka kita masukkan lagi ke rumus sebagai berikut :

biaya hidup 10,000,000
hasil laundry  1,500,000
maka 1,500,000 : 10,000,000 = 0,15 atau 15%
ditambah hasil investasi emas 3,3%,

maka kebebasan finansial kita sekarang meningkat menjadi 18,3%, artinya sekarang kita sudah bisa mencapai kebebasan finansial sebesar 18,3%. nah mulai paham kan?

Oke kita teruskan,misalnya saja kita ada niat untuk beli kambing, kita titipkan di desa dan akan kita jual menjelang lebaran haji, katakanlah kita beli 10 ekor, waktu beli masih agak kecil sehingga harganya murah, misalnya 1 juta per ekor, total 10 juta, menjelang hari raya kurban dijual seharga 2,5 juta per ekor, total hasil 25 juta, untung 15 juta, kita bagi  dua dengan pemelihara di desa masing masing dapat 7,5 juta dalam waktu setahun, berarti 625 ribu per bulan, coba kita masukkan rumus  lagi,

biaya hidup 10,000,000
hasi investasi kambing 625,000
berarti 625,000 : 10,000,000 = 0,0625, atau 6,25%

kita hitung lagi,
hasil investasi emas : 3,33%
hasil bisnis laundry : 15%
hasil investasi kambing : 6,25&
total : 25.58%

sekarang kebebasan finansial kita adalah mencapai 25,58%, lumayan....ayo cari usaha lagi....

oh iya...kita baru saja buka usaha bakso dengan sistem beli jual kembali, modal sewa tempat dan bakso kita beli matang dari pedagang bakso yang kita pilih cukup enak rasanya, tentu saja kita juga bayar gaji karyawan.

Karena bakso kita cukup enak pelangganpun lumayan sehingga per hari kita bisa dapat keuntungan bersih 150 ribu, berarti per bulan 4,5 juta, ayo kita hitung lagi...

biaya hidup 10,000,000
hasil jualan bakso : 4,5 juta
berarti 4,500,000 : 10,000,000 = 45  %

dan sekarang kebebasan finansial kita adalah

hasil investasi emas : 3,33%
hasil bisnis laundry : 15%
hasil investasi kambing : 6,25%
hasil usaha bakso 45%
Total 69,58%

Jadi posisi kebebasan finansial kita sekarang adalah 69,58% berarti dari biaya hidup kita per bulan yang 10 juta itu kita sudah bisa memenuhi 6,958.000. wow...semakin bersemangat bukan?

Ehh...kita lupa kalau ternyata masih ada sawah yang kita sewa dari tetangga sebelah, luas satu hektar, biaya sewa 20 juta untuk 4 tahun, berarti per bulan adalah 416,667, biaya pemeliharaan per tahun 10 juta, berarti per bulan 833,333, total biaya per bulan adalah 1,250,000.

Estimasi tiap panen adalah 5 ton, setahun 3 kali berarti 15 ton, harga gabah misalnya 3000 per kg berarti pemasukan per tahun 45 juta atau per bulan 3,750,000

Ayo kita hitung lagi.....

biaya hidup 10,000,000
hasil sawah : 3,750,000
berarti 3,750,000 : 10,000,000 =   37,5 %

dan sekarang kebebasan finansial kita adalah

hasil investasi emas : 3,33%
hasil bisnis laundry : 15%
hasil investasi kambing : 6,25%
hasil usaha bakso 45%
hasil sawah 37,5%
Total 107,58%


Naa...sudah mencapai lebih dari 100% kan? berarti dari 10 juta biaya hidup kita per bulan kita sudah dapat penuhi dengan hasil investasi kita.

Perlu diketahui gambaran diatas adalah hasil investasi, artinya keterlibatan kita hanya sedikit saja,biasanya di awal awal masa investasi saja,artinya inilah yang kita sebut bahwa kini kita sudah dalam kondisi financial freedom, merdeka secara finansial, kita bebas kemanapun kita pergi dan uang masih terus masuk ke kantong.

Itulah sekelumit contoh atau gambaran bahwa kebebasan finansial bukan hanya milik orang orang kaya saja,kitapun bisa melakukannya,asalkan kita mau.

Mudah mudahan tulisan singkat ini bisa menginspirasi siapapun yang ingin meraih kemerdekaan finansial, termasuk saya sendiri yang saat inipun masih terus berusaha dan berusaha.

Jika sekiranya tulisan ini bermanfaat, silahkan di share tulisan ke semua orang agar membawa manfaat  dan tercapai apa yang di cita citakan. salam.

Selasa, 15 Maret 2016

Inspiring Me Inspiring You


🌾🌻 Inspiring Me Inspiring You...🌷🌿🌝

Membaca postingan cer-PAN* seorang kawan di grup WA pagi hari ini saya teringat salah satu quote favorit saya...



💐🌹"...Sekali kita membuat keputusan seluruh alam semesta akan berusaha mewujudkannya.." 💌

🌾🌻Pikiran kita adalah keputusan kita, disadari atau tidak disadari, menerima atau menolak,suka atau tidak suka..itulah sesungguhnya yg sedang kita fokuskan🎯🎯🎯

🏁🏀 Fokus membuat respon alam bawah sadar kita berusaha  merealisasikan apa yg kita visualisasikan dalam pikiran..🎉🏄 shg  seluruh sumberdaya dalam tubuh kita akan mengarah kesana...sekali lg disadari atau tidak,menerima atau menolak,suka atau tidak suka......

🎎🎈Sering terjadi baru  kita pikirkan sesuatu eh terjadi beneran

📈💬So...be carefull dg pikiran kita, selalu positif dan hanya terbuka untuk hal2 yg positif.....

👣💻💰🏆   Selamat berkarya, hari ini adalah saat terkumpulnya energi terbesar untuk pekerjaan besar dalam minggu ini.....

Goodluck.......🙏💐💐 www.harrysantosa.blogspot.com

Kamis, 10 Maret 2016

GMT 9 Maret 2016,Penampakan Gerhana Dari Kabupaten Malang,Jawa Timur


Bersyukurlah bagi yang daerahnya dilintasi gerhana matahari total 9 Maret 2016 ini, namun bagi yang tidak terlintasi, seperti daerah saya di Kendalpayak  Pakisaji  Malang Jawa Timur, setidaknya masih bisa menyaksikan sebagian dari peristiwa istimewa itu.

Sebelumnya pada tiga hari menjelang gerhana muncul cincin pelangi di sekitar matahari kira kira pada pukul 10:00 WIB, moment ini seakan mengiringi akan terjadinya peristiwa langka itu.

Inilah penampakannya





Untuk mengabadikan peristiwa gerhana ini, saya mempersiapkan halaman rumah saya sebagai area pemantauan.

Sehari sebelum peristiwa  saya persiapkan kamera,tripod,filter kamera yang saya bikin sendiri dari bekas roll film rusak,  juga kacamata khusus buatan sendiri dari bahan yang sama.

Dan pada hari H tripod sejak habis subuh sudah terpasang, kursi untuk memantau sudah pula saya persiapkan dan tentu saja ditemani wedang jahe plus tahu goreng.

Ini adalah penampakan matahari pagi sekitar jam 6 pagi sebelum gerhana,tertutup mendung sebagian hingga membuat ketar ketir.







Uniknya juga apa yang saya lakukan ini mengundang keinginan para tetangga untuk turut menyaksikan detik detik gerhana, maka jadilah area halaman saya menjadi area nonton bareng  GMT 2016.

Berikut ini situasi matahari menjelang gerhana, matahari mulai tertutup mendung hingga beberapa menit saat setelah fase awal terjadinya gerhana.







Setelah sekian menit menunggu alhamdulillah langit mulai cerah lagi dan semakin jelas melihat gerhana, terlihat bayangan bulan muncul dari arah atas.











Bayangan bulan nampak semakin memenuhi matahari ke arah bawah tetapi masih menyisakan sinar matahari sabit.






Sepertinya inilah puncak dari peristiwa ini,jika saja daerah saya ini termasuk yang dilintasi GMT maka inilah saat saat bumi menjadi gelap tertutup bayangan bulan.










Inilah hasil foto terbaik saya hari itu...



Senin, 29 Februari 2016

GMT 1983 Moment Paling Menakutkan Saat Itu


Menjelang Pagi Di Lereng Ijen (Koleksi Pribadi)
Gerhana matahari Total 11 Juni 1983

Menjelang hari itu datang betapa kami sekeluarga cemas khawatir dan takut. Di sekolah, di radio, di televisi, dimana mana disiarkan agar jangan sampai menatap matahari secara langsung saat gerhana tiba,atau resiko ditanggung sendiri.  bahkan Ayahandapun waktu itu pun   mewanti wanti pokoknya pas gerhana nanti semua harus ada di dalam rumah, pintu dan jendela semua ditutup tidak ada yang boleh diluar rumah. Usulan saya untuk menyaksikan moment itu melalui pantulan air di baskom pun ditolak mentah mentah oleh Beliau.

Begitulah suasana umum di kampung  tiga puluh tiga tahun silam,saat  gerhana matahari total melintasi Indonesia, khusunya sebagian besar pulau jawa.

www.citizen6.liputan6.com
Sebetulnya ada rasa penasaran waktu itu kenapa peristiwa  itu begitu ditakuti, beberapa hari sebelum peristiwa itu diam diam saya mulai menyiapkan negatif film  rusak yang warnanya ke hitam hitaman, saya  ujicoba satu per satu mulai satu lembar hingga  tiga lembar untuk saya coba melihat matahari, hasilnya membuat saya senang karena dengan memakai roll film bekas rangkap tiga ternyata bisa dengan jelas melihat matahari tanpa silau, nah ini pasti aman untuk melihat GMT...pikir saya waktu itu, walaupun sebenarnya masih ragu dan khawatir..bahkan sangat takut sebetulnya.


Sehari sebelum gerhana rupanya ayahanda tahu kerjaan saya, alhasil alat yang sudah saya siapkan pun nggak boleh lagi dipakai, tentu saja sambil diperingatkan  resiko kebutaan jika nekad melihat juga...yaah kalau sudah begitu mana berani membantah.

www.news.detik.com

Hingga hari itu tiba, 11 Juni 1983, sejak pagi rasanya sudah nggak sabar sekaligus gemetar menunggu apa yang bakal terjadi. Hingga kira-kira menjelang pukul 09.00 pintu dan jendela sudah mulai ditutup rapat, nggak ada lagi harapan untuk menyaksikan peristiwa langka itu, dan sayapun hanya bisa diam saja di dalam rumah, harap harap cemas semoga nggak terjadi peristiwa aneh -aneh di luar rumah,jangan jangan pas gerhana terjadi akan membawa pengaruh terhadap alam misalnya gunung semeru yang dekat dengan tempat tinggal saya itu tiba tiba meletus...hehe...aneh ya..tapi itulah kecemasan anak kecil seperti  saya  waktu itu.

Dengan di tutupnya pintu dan jendela maka kondisi di dalam rumah saya waktu itu menjadi gelap, namun saya perhatikan ada sinar matahari menyelinap di sela sela genting yang waktu itu memang sebagian belum di pasang plafon.sinar itu jatuh dilantai membentuk cahaya bulat, persis seperti kalau kita mengarahkan sorot lampu senter ke lantai, saya  berpikir nanti kalau pas gerhana datang maka sinar itu pasti perlahan meredup,hilang dan menjadi gelap. Dan benar saja  tiba tiba saya lihat sinar yang jatuh ke lantai yang semula bulat itu perlahan tertutup sedikit demi sedikit ,suasana mulai meredup seperti sore hari dan semakin meredup hingga akhirnya gelap seperti malam hari ..kejadian seperti ini tak berlangsung lama,hanya lima menit sebelas detik, hingga kemudian perlahan  mulai terlihat kembali sinar seperti bulan sabit di lantai...semakin  membesar,membesar dan penuh  kembali  seperti sebelum gerhana.


www.tribunnews.com

Saya waktu itu memang tidak bisa menyaksikan fenomena ini secara langsung dengan roll film bekas yang telah saya persiapkan tetapi hal yang tak sengaja itu justru menjadi penawar rasa penasaran saya untuk bisa menikmati peristiwa itu.

Kini situasi seperti itu sudah tidak ada lagi, dengan informasi yang lebih jelas dan terbuka,disertai arahan yang benar dari pemerintah dan para ahli, hal-hal lucu dan konyol seperti yang pernah saya alami dulu semoga tidak terulang kembali.

Pada peristiwa spesial 9 Maret 2016 nantipun saya tidak ingin menyia nyiakan kesempatan ini, berharap bisa menyaksikannya secara langsung, tentu saja tidak lagi di kampung saya di lereng semeru selatan karena memang tidak termasuk  lintasan gerhana matahari total, yang paling penting selalu bersyukur masih di beri kesempatan kedua kalinya menyaksikan peristiwa langka ini.

Rasanya tertawa geli mengenang GMT 1983 seolah menjadi peristiwa yang paling menakutkan, sekaligus kecewa nggak bisa menjadi saksi secara langsung untuk melihat peristiwa itu.

www.antaranews.com
Tapi akhirnya saya maklum juga, pemerintah waktu itu bermaksud baik terhadap warganya, yakni agar tidak terjadi akibat buruk bagi kesehatan mata warganya, mungkin hanya masalah komunikasi saja yang kurang pas saat itu dari pemerintah, ya sudahlah...yang penting kini saatnya kita manfaatkan peristiwa ini semaksimal mungkin, mumpung masih di beri kesempatan.

Siapkan Anda menyaksikan peristiwa langka ini? jangan sampai ketinggalan....









Selasa, 08 September 2015

Ketika Sebuah Keputusan Harus Di Ambil


Awal September 2015 ini merupakan awal dari episode baru dalam dunia kehidupan saya yang menyangkut pekerjaan,saat dimana benar benar merasakan melepaskan diri dari comfort zone.

Sebelum memutuskan untuk resign, terbayang berbagai hal yang menakutkan dan menghantui pikiran, bagaimana biaya pendidikan anak-anak nanti, cukupkah penghasilan sebagai wiraswasta  untuk menghidupi keluarga,bisakah mempertahankan lifestyle seperti biasanya ( maksudnya minimum essential lifestyle hehehe…)

www.TheLawOfAttraction.com
Memang sedih rasanya harus berpisah secara fisik dan organisasi dengan teman teman yang selama ini sudah seperti saudara sendiri,tetapi dorongan untuk keluar dari zona ini begitu besar sehingga ketika saya menyatakan mundur dari perusahaan untuk full bekerja sebagai wiraswasta,maka yang nampak di depan mata adalah pada hal-hal yang akan saya lakukan nanti ketimbang  mengenang masa yang telah lalu.

Dan sebuah  keputusan pasti selalu ada resiko, kini tidak ada lagi gaji tetap bulanan yang saya terima,bahkan penghasilan pun bisa jadi kini tidak sebesar saat masih jadi karyawan, juga setiap pengeluaran kini mesti hitung-hitung dulu,tetapi memang itulah dunia baru yang saya hadapi,walaupun  tidak juga terlalu mengkhawatirkan, karena bagi saya yang paling penting adalah well prepared, sehingga keputusan ini juga bukan sesuatu yang menakutkan amat.

www.TheLawOfAttraction.com
Satu hal yang telah menginspirasi saya untuk mengambil jalan ini sebetulnya telah saya tulis dalam blog saya “Episode  Inspirasi Lebaran 3 : Lamijah dan Damari dan proses pengambilan keputusan ini pun juga tidak didasari oleh emosional semata, jauh hari saya telah mempersiapkan diri  semaksimal mungkin.

Hari-hari pertama bulan ini saya lalui sebagai seorang wiraswasta  dengan sangat enjoy, semangat begitu menggelora hingga  jam 6.30 pagi pun sudah nggak sabar untuk start aktivitas, demikian juga ketika sore menjelang magrib ,rasanya masih ingin meneruskan segala pekerjaan, betul betul beda, padahal sebelumnya sewaktu masih bekerja sebagai karyawan, saya juga  sudah terlibat dalam menjalankan usaha ini, hanya saja kurang focus dan seringkali sudah capek.

www.TheLawOfAttraction.com
Mudah mudahan apa yang telah saya lakukan ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman yang saat ini mempunyai niat yang sama dengan saya.

Biasanya, sebagaimana yang saya rasakan,teman-teman mungkin juga sulit untuk memutuskan “kapan” dan “seberapa siap” ketika akan memutuskan keluar dari pekerjaan. Tentu jawabannya tergantung kondisi dan kesiapan  teman teman sendiri.

Satu hal yang penting bahwa ibarat sebuah pohon, maka pekerjaan utama itu adalah batang sebuah pohon, dan pekerjaan sampingan itu adalah cabang dan ranting yang harus kita rawat,kita pupuk dan kita sirami,sehingga  ketika suatu saat kita merasa harus beralih dari batang pohon itu  maka cabang dan ranting  yang lain telah mampu memberikan buah yang banyak bagi kita, bahkan  lebih.

www.TheLawOfAttraction.com
Yang lebih penting lagi adalah  jika sudah memutuskan maka melangkahlah dengan mantap  dan meyakinkan, positif feeling, positif thinking dan always be happy.

Now, everyday is Monday...


Saya sudah melangkah, bagaimana dengan Anda?

Jumat, 24 Juli 2015

Inspirasi Lebaran 6 : Ranu Darungan Wisata Pembelajaran




Never Ending Inspiration
".....Never Ending Inspiration....."

Entah kenapa saya suka dengan kalimat ini, mudah mudahan serial inspirasi lebaran ini tidak berhenti disini (karena lebaran ketupat juga hampir usai yang berarti serial inspirasi lebaran juga harus berhenti di seri 6), tetapi sudah ada serial lain yang menunggu moment yang tepat untuk muncul.

Ranu Darungan

Danau ini masih kalah tenar dibanding saudaranya di sisi utara dan timur semeru, katakanlah Ranu Kumbolo, Ranu Pane, Ranu Bedali dll. Tetapi kelak jika Pronojiwo sudah tenar sebagai destinasi wisata adventure maka tempat ini akan menjadi tempat yang special.

Ranu Darungan Kini (Photo By Teguh Abix Nazzla-Nayyara)
Spesial ? apa yang menarik sehingga menjadi special ?

Menyandang sebagai bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru maka itu merupakan modal yang tinggal selangkah lagi menjadi  tujuan wisata yang menarik. Dan karena status  itu pulalah maka dalam imajinasi saya layak untuk menjadi wisata pembelajaran.

Wisata pembelajaran, bukan wisata pendidikan?

Pendidikan menjadikan seseorang menjadi sesuatu, pembelajaran menjadikan seseorang memahami sesuatu, wuih…teoritis banget ya..

Tenang Dan Damai  (Photo By Teguh Abix Nazzla-Nayyara)
Saya membayangkan setiap orang yang berkunjung nantinya akan dapat belajar memahami alam,menyayangi hutan,sehingga akan tersenyum karena memahami  sesuatu ketika pulang.

Memahami alam membuat kita mengerti bahwa betapa alam telah banyak memberi kepada kita.. air, oksigen,makanan dll...pokoknya sandang,pangan,papan lah..semuanya tersedia di alam ini,sehingga kita tidak lagi semau-maunya sendiri dalam mengeksploitasi alam. Betapa indah bila dapat berjalan seiring seirama dengan alam, alam sudah menyayangi kita dan sudah seharusnya kita juga menyayangi alam.

Lalu apa yang bisa diwujudkan di Ranu Darungan ini?

Biarkan seperti apa adanya, biarkan lestari dan menjaga anak cucu kita kelak, cukuplah seandainya di pinggir hutan itu kita buat bumi perkemahan yang bersih,aman dan terawat dengan baik di lingkungan yang terbatas, ada pos TNBTS yang senantiasa menjaga segala aktivitas pengunjung, ada wahana tempat belajar misalnya dengan mendirikan taman kupu-kupu,bolehlah kalau mau ditambah wahana outbond,asal ketenangan tetap harus dijaga.

Kira-kira begitu bayangan saya, bagaimana pendapat Anda?


Inspirasi Lebaran 5 : The Akik Phenomena

 Inspirasi Lebaran 5 :“The Akik Phenomena…”
Warna Warni Batu Akik (www.akikmania.com)
Rasanya hampir semua topic pembicaraan dimanapun pada Lebaran kemarin tak lepas dari akik ( terutama kaum pria ), pokoknya  tiada hari tanpa akik.

Saat saya beli bensin di POM terlihat  pegawai terlihat sedang menggosok gosok akik disela sela pekerjaannya, saat saya servis mobil juga begitu,masih sempat-sempatnya para montir ini menggosok gosok akik ,di sepanjang jalan dari rumah ke kantor terlihat ada beberapa tempat penggosokan akik.

Tak salah memang mengikuti sesuatu yang lagi trend, dan tak jarang saya melihat  cincin bermata batu ini menempel di tiap jari kiri dan kanan, kecuali jempol…ya delapan jari penuh akik, besar besar lagi..hi hi…lucu juga.

Yang menarik adalah siapa sih yang memulai? kemudian menggoreng harga ( pinjam istilah main-main harga saham ) sedemikian rupa hingga  harganya bisa melejit tinggi? Persis seperti  fenomena anthurium  dan  burung kenari beberapa waktu lalu.

Bagi saya situasi ini biasa biasa saja, saya tidak benci, tapi senang juga enggak, saya hanya suka mengamati fenomena seperti ini mengapa sering terjadi.

Banyak juga diantara kita  memanfaatkan fenomena ini dengan cerdik untuk mengambil keuntungan. Ada yang jual beli akik jadi, ada yang menjual jasa pembentukan dan pemolesan batu akik, ada yang khusus menjual cincin/mban dll.

Namanya juga kesenangan, sah sah saja untuk melakukan apapun sepanjang tidak mengganggu kepentingan yang lebih utama, apalagi bagi para pelaku bisnis akik,jangan sampai  kedepannya  merugi jika suatu saat berganti trend yang baru lagi, harus jeli kapan harus masuk dan kapan harus keluar,persis kayak istilah tinju, taktiknya haruslah “hit and run”…sebab kalau tidak, masih ingat fenomena anthurium beberapa waktu lalu kan? Ada lho tetangga saya yang sampai kehilangan rumah gara gara terlalu semangat  “hit”  tapi lupa “run”…

Ada yang lucu juga  dari fenomena akik ini, adik saya sebelumnya dikenal dengan sebutan tambahan di belakang namanya yakni  Yudi Pitik, maksudnya dia memang jual beli dan pelihara ayam bangkok maupun ayam biasa, tapi sekarang “gelar” nya berganti gara gara menekuni usaha per-akik-an ini, jadi Yudi Akik…hehe…ada ada saja…

Pesan saya untuk para “pengusaha” per-akik-an………kalau sudah  “hit” jangan lupa “run”… biar nggak K.O he..he...

Bagaimana pendapat Anda?

Kamis, 23 Juli 2015

Inspirasi Lebaran 4 : Piket Nol Sunset,Sunrise atau Outbond

Inspirasi lebaran 4 : Piket Nol Sunset, Sunrise Atau  Outbond ?

“Logika membawa kita dari A ke B, Imaginasi membawa kita kemanapun kita mau…( Albert Einstein).”

Sunrise Di Piket Nol, Di Ambil Dari Perbatasan Pronojiwo-Candipuro
Lho apa hubunngannya dengan piket nol?

Teman teman dari Lumajang pasti nggak asing dengan tempat ini, dan sepertinya dari dulu nggak ada perubahan yang signifikan, kecuali pembangunan tower telkom di sisi utara jalan, secara pariwisata  boleh dikatakan jalan ditempat bahkan tidak seramai dulu,sering  hanya dipakai sebagai rest area saja, bukan begitu?...Lalu apa..?

Kabut Pagi Di Lembah, View Arah Pantai  
Sekedar bernostalgia, dulu sekali, kalau kita ke Piket Nol biasanya sering diikuti oleh orang orang yang mungkin dari penduduk sekitar,pria atau wanita bahkan anak anak, mereka selalu  membawa parang atau arit yang tajam mengkilap, ngeri memang…tapi sebetulnya nggak apa apa karena memang begitulah kebiasaan mereka sehari hari. Nyatanya juga nggak pernah dilaporkan kejadian yang aneh aneh, mudah mudahan sekarang hal begini sudah nggak ada lagi.

Kelok Cantik Di Batas Pronojiwo-Candipuro
Lalu apakah ada yang salah?  Nggak ada……dan memang bukan itu yang kita cari, saya hanya mencoba ber-imagine, apa sih yang dapat kita nikmati di Piket Nol ?

Posisi tempat ini sangat  strategis, berada di puncak bukit dengan  hutan menghijau, dari sana kita bisa melihat indahnya gunung semeru sekaligus cantiknya garis pantai laut selatan serta  lembah yang menghampar..sempurna bukan? sejenak saya terbayang bukit Kintamani di Bali, bedanya di Piket Nol nggak ada view seperti  Danau Batur yang indah itu, tapi justru kelebihan Piket Nol yang tidak dimiliki Kintamani adalah view nya kearah laut selatan, jauh lebih menakjubkan.

Imajinasi saya juga melayang membayangkan  di Piket Nol ada wahana  outbond yang professional, ada flying fox dan juga  ada beberapa spot di puncak bukit untuk menikmati pemandangan, ada lokasi untuk berkemah dan yang paling penting tersedia beberapa toilet yang sangat bersih, jujur saja untuk hal satu ini merupakan  kekurangan di banyak tempat wisata kita, ada sih beberapa tersedia toilet tapi kebanyakan kurang bersih dan bau.Ingatlah bahwa seberapa bersih toilet kita mencerminkan siapa kita.

Mentari Menyembul Jauh Di Atas Gunung Raung, View Dari Piket Nol
Lalu apa sebenarnya kekuatan tempat ini yang bisa kita nikmati?  jawabannya adalah sunrise dan sunset, ya…dari tempat ini sesungguhnyalah sangat sangat indah jika kita menikmati sunrise ataupun sunset.

Sunrise dengan latar belakang gunung raung dan argopuro memberikan view yang sangat indah, demikian pula dengan sunset  yang terbenam di perbukitan kaki semeru dengan lembah di latar depannya, pasti memberikan kesan yang indah bagi adventurer.

Vegetasi Cantik Di Piket Nol
IMHO..Yang perlu dilakukan terhadap Piket Nol ini adalah rebranding dan repositioning. 

Rebranding dengan cara memantapkan image Piket Nol sebagai tujuan wisata adventure yang komplit, menarik,aman dan nyaman. 

Repositioning dengan menata diri dan fokus bahwa kalau ingin menikmati sunrise atau sunset yang indah maka Piket Nol  lah tempat yang paling tepat. CMIIW

Jadi untuk Piket Nol apa yang menarik? Sunrise? Sunset? Outbond?.......ketiga-tiga nya deh...


It's just my opinion, bagaimana pendapat Anda?.... semoga bisa menjadi inspirasi...