Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Februari 2016

Serial Menyusuri Pulau Bali : Bedugul

Bedugul adalah sebuah danau yang disalah satu sisinya terdapat Pura Ulundanu, keindahannya telah populer hingga ke manca negara, bahkan telah pula menjadi icon pulau bali.

Perjalanan dari Lovina ke arah Bedugul harus  melewati Kota Singaraja, sebuah kota di pesisir utara pulau Bali yang memiliki karakteristik  khas, yakni kota pegunungan di tepi pantai, kotanya bersih dan belum begitu ramai.

Dari Singaraja ke Bedugul harus mengambil arah ke selatan , jalannya berkelak kelok naik namun dengan pemandangan yang indah, beberapa tempat wisata terdapat di kiri kanan sepanjang perjalanan, umumnya adalah air terjun, dan salah satu yang terkenal adalah Gitgit Waterfall.

Menjelang Bedugul jalan sudah mulai menurun, dari kejauhan terlihat dua buah danau yang satu disebelah kanan jalan dan yang satu disebelah kiri jalan,itulah danau kembar, yakni Danau Tamblingan dan Danau Buyan,  sayang kedua tempat ini masih kalah populer dibanding Danau Bedugul.

Dan inilah sudut Danau Bedugul.











Jumat, 12 Februari 2016

Serial Menyusuri Pulau Bali : Lovina



TNBB,Rumah Bagi Jalak Bali

Posting tempat wisata di Pulau Bali sudah banyak kita temukan di blog maupun website, kali ini saya hanya ingin lebih banyak menampilkan foto-foto koleksi pribadi, sayang jika hanya disimpan di laptop saja.

Perjalanan ke Lovina saya awali dari Gilimanuk ambil ke arah kiri, melewati Taman Nasional Bali Barat.


Jalur Utara Pulau Bali...,Sepi,Lurus,Mulus

Membelah Taman Nasional Bali Barat
Kemudian kita lewati Desa Gerokgak, jalan aspal mulus dengan pemandangan cantik di kiri kanan jalan

Salah Satu Sudut Desa Gerokgak

Pantai Pasir Hitam Di Lovina

Perahu Siap Antar Menyaksikan Lumba-Lumba

Pura Lovina

Spot Untuk Selfie


Rabu, 03 April 2013

Bedugul,Kintamani,Tirtha Empul,Tanah Lot

Bedugul,Kintamani,Tirtha Empul,Tanah Lot

Setelah posting saya tentang keindahan sisi timur pulau Bali, kali ini saya coba explore kawasan yang sudah biasa menjadi langganan para wisatawan, ada sisi menarik  yang tidak biasa saya jumpai dari  kunjungan saya sebelumnya ke tempat ini. Saya yakin untuk menikmati keindahan negeri para dewata ini  tak akan pernah selesai, akan selalu ada keindahan dan  hal baru untuk kita nikmati.

Danau Bedugul

Pura Ulundanu dan Danau Bedugul, semua orang  pasti tahu tempat indah ini,lukisan dan foto sebuah Pura di pinggir danau Bedugul telah banyak menghiasi media di tanah air bahkan dunia,karena memang keindahannya yang luar biasa.
Pura Ulundanu dari sisi utara

Tempat ini merupakan tujuan pertama  dari serangkaian yang kami rencanakan dalam perjalanan  hari ini,sebelum menuju Kintamani,Tirtha Empul dan Tanah Lot.

Sebenarnya ini kali ketiga saya ke tempat ini,tetapi kali  inilah yang paling dapat saya nikmati,karena suasana yang lebih nyaman,terlebih sengaja kami pilih pagi hari tiba disana,yakni jam enam pagi, ya..jam enam pagi saya bersama keluarga sudah tiba di Danau Bedugul,bahkan loketpun masih belum  dibuka.

Pagi itu danau masih berkabut,matahari masih enggan menampakkan kehangatannya,tetapi suasana ini justru menambah indahnya suasana, apalagi pagi itu belum ada satupun wisatawan yang datang,sehingga suasana masih hening, segar,dan indah yang tak dapat lagi dilukiskan dengan kata kata.

Saya duduk dan termenung sejenak di pinggir danau, betapa tanah air kita ini penuh dengan karunia berupa keindahan  dan budaya yang luar biasa.


Bedugul di Pagi Yang Indah

Hal ini nampak sekitar  pukul tujuh ada beberapa orang perempuan dengan busana kebaya khas Bali  plus bunga kamboja terselip di telinga,membawa sesajen untuk diletakkan di Pura dan beberapa tempat lain di sekitar danau,tentu hal ini menambah  suasana menjadi lebih indah di pagi hari itu.

Cukup lama kami menikmati keindahan di pagi hari itu,hingga satu per satu wisatawan mulai berdatangan sehingga suasana mulai ramai seiring menghangatnya sinar mentari,dan kamipun mulai berkemas untuk melanjutkan perjalanan menuju Bukit Kintamani.

Jalan Pintas Menuju Kintamani

Dari Bedugul menuju Kintamani sengaja kami tidak lewat jalur biasanya, karena harus memutar cukup jauh. Jalur yang kami lewati kali ini adalah jalan kecil beraspal dengan lebar tak lebih dari tiga meter, ditambah kondisi  jalur yang  berbelok belok dan naik turun yang cukup curam,sehingga hanya kendaraan kecil saja yang bisa melewati jalur tersebut.

Jembatan Tukad Bangkung

Menemukan jalur pintas tersebut cukup mudah,kalau dari arah Tabanan maka jalur tersebut berada kira kira sepuluh kilometer sebelum Pura Ulundanu di Bedugul,ada papan petunjuk kecil ke arah Kintamani tepat di persimpangan jalan kecil dan menurun, disitulah arah menuju Kintamani dimulai.

Di sepanjang jalan pintas itu kita akan menikmati pemandangan alam yang indah,di awal perjalanan kita menikmati sawah terassering yang menghijau di kiri kanan jalan yang naik turun, kemudian setelah tiba diatas sebuah bukit maka berganti pemandangan  kebun kopi,dan kita berjalan tepat di tengah tengah kebun kopi tersebut,hingga akhirnya tiba di sebuah jalan yang mulai lebar dan mulus.



Sempat kami melewati sebuah desa khas pedalaman Bali,sayang nama desa tersebut tidak kami ketahui,yang jelas desa tersebut dikelilingi pagar tembok bata merah khas Bali,dan sepertinya ada persiapan  kegiatan upacara para penghuni di dalamnya.

Di perjalanan tersebut kami juga sempat berhenti sejenak di pinggir sebuah jembatan yang belakangan kami tahu dari beberapa teman di Bali merupakan jembatan tertinggi di Asia Tenggara, nama jembatan itu adalah Jembatan Tukad Bangkung. Dan jauh di bawah jembatan itu ternyata digunakan untuk arung jeram, tepatnya di sungai Bangkung.

Ngeri juga rasanya melintas di atas jembatan yang begitu tinggi,tetapi perjalanan tetap harus kami lanjutkan hingga akhirnya sampailah kami di sebuah pertigaan di tengah hutan,ke kiri menuju singaraja dan ke kanan menuju Kintamani,artinya Kintamani sudah semakin dekat.

View Gunung Batur dari Bukit Kintamani

Benar juga,beberapa menit lagi akhirnya kami sampai juga di Bukit Kintamani dari arah atas,segera kami parkir kendaraan dan keluar menikmati sejuk lembut angin di bukit Kintamani. Terlihat dari jauh Gunung Batur yang menjulang indah dengan di kelilingi Danau Batur di bawahnya,disana ada Desa Trunyan yang terkenal dengan tradisi pemakamannya, sayangnya perlu alokasi waktu tersendiri jika ingin menuju desa tersebut,dan hari ini kami harus merelakan diri tak bisa mengunjungi Desa Trunyan. Someday I must visit  the Village..

Tirtha Empul

Hari sudah menjelang siang ketika kami tiba di sebuah pemandian Tirtha Empul,yang letaknya tepat di bawah Istana Kepresidenan Tampak Siring.

Seorang Turis Tertegun Menyaksikan Upacara

Hari itu di Tirtha Empul kebetulan sedang ada acara upacara, sehingga pengunjung sangat banyak,dan  kebanyakan adalah masyarakat Bali yang akan melaksanakan ritual.

Tentu  menemukan moment seperti ini tak akan kami lewatkan,kami pun ikut masuk menuju pemandian dan mendapatkan sebuah ritual yang cukup menarik, yakni mandi besama di sebuah kolam dengan beberapa pancuran. Ritual ini merupakan perlambang untuk mensucikan  diri, bahkan dengan mandi di kolam ini dipercaya dapat menghilangkan penyakit.

Saya hanya termenung di pinggir kolam,menyaksikan bagaimana masyarakat Bali menjalankan ritualnya di tempat ini,sekaligus teringat bahwa masyarakat Bali dahulu adalah berasal dari Jawa,dan jika mau mengetahui hidup dan kehidupan masyarakat jawa di jaman Hindu maka dapat melihat hidup dan kehidupan masyarakat Bali saat ini, terutama dari segi ritual keagamaannya.

Akirnya siang hari semakin panas, kami putuskan untuk menuju Kuta,untuk istirahat sejenak di sebuah Hotel yang sudah kami booking sebelumnya,karena sore hari kami rencanakan menikmati sunset di Tanah Lot.

Tanah Lot

Semula kami ragu apakah bisa sampai di tanah lot menikmati sunset, karena sore hari itu kawasan kuta sangat padat, lalu lintas merayap pelan melewati kawasan pantai kuta,tetapi kami terus saja maju (emang nggak mungkin balik kok...hehe..) ,hingga akhirnya keluar juga dari keruwetan lalu lintas,tepatnya di kawasan Seminyak. Dan perjalanan pun kami teruskan menuju arah barat,yang sebetulnya saya tidak tahu persis arah jalan, nekad saja pokoknya , dan inilah enaknya, di Bali itu banyak arah petunjuk jalan, sehingga kemanapun kita menuju,jarang sekali tersesat jika kita mau memperhatikan rambu petunjuk.

Sunset Di Tanah Lot

Setelah mengikuti banyak rambu lalu lintas menuju Tanah Lot,akhirnya sampai juga kami disana,keinginan menikmati sunset yang menakjubkan di Tanah Lot  akhirnya kesampaian juga, kami tidak terlambat tetapi juga tak terlalu cepat,sehingga moment sunset yang kami buru pas dengan kedatangan kami.

Di pinggir pantai banyak sekali wisatawan yang mempunyai tujuan sama dengan kami,s menikmati sunset yang begitu keren.

Setelah puas menikmati sunset, kami pun balik ke hotel melewati jalur yang sama dengan keberangkatannya tadi tetapi lewat tengah kota Denpasar.

Dan perjalanan hari itu kami akhiri dengan belanja di Toko Oleh Oleh Kresna di Jalan Nusa Indah Denpasar. Akhirnya kami istirahat,esok kami akan menikmati sunrise di pantai sanur,bermain main di Benoa,GWK dan tentu saja sore hari ke Jimbaran.

Selasa, 12 Maret 2013

Bali Timur


BALI TIMUR

Kali ini saya posting spot wisata di Bali Timur,disana ada surga  tersembunyi yang  harus kita nikmati keindahannya,meski hanya beberapa tempat dari banyak tempat yang menunggu untuk kita explore,tetapi cukuplah kita mendapatkan suasana lain Bali dari yang lebih dahulu populer seperti Pantai Kuta,Pantai Sanur,Tanah Lot,GWK dan lain lain. 

Taman Ujung Soekasada

Taman Ujung Soekasada

Terletak di wilayah Bali bagian timur,tepatnya di Jalan Raya Seraya,Banjar Ujung Tengah, Kabupaten Karangasem,Taman ujung Soekasada adalah bekas istana peninggalan Raja Karangasem, I Gusti Gde Djelantik yang selesai dibangun tahun 1919.

Perpaduan Tradisional Bali Dan Eropa
Menuju tempat yang sangat indah ini kita tak perlu merogoh kocek dalam dalam,karena  ongkos masuk  cuma  lima ribu rupiah per orang. Apalagi biasanya suasananya cukup sepi,sehingga sangat leluasa bagi kita untuk menikmati tempat ini sepuas puasnya.

Kolam Nan Indah Mengelilingi Istana Raja
Taman Ujung merupakan sebuah taman yang sangat luas,di bagian tengah terdapat bangunan bekas istana raja  yang dikelilingi kolam,bangunannya sendiri penuh dengan ornamen  terutama di setiap pilar yang ada.
Tak hanya itu,di samping  istana, tepatnya  di area yang letaknya lebih tinggi ada tempat yang sangat indah untuk meihat pemandangan secara keseluruhan komples istana,dengan latar belakang lautan luas dan gunung Agung ,sungguh pemandangan yang sangat indah bak lukisan.

Tempat Sempurna Menkmati Laut, Gunung  dan Taman Ujung 
Disana ada pilar pilar bekas reruntuhan yang dibiarkan terbuka,sungguh sangat eksotis,dengan gaya bangunan yang merupakan perpaduan tradisinonal Bali dengan Eropa,benar benar tempat yang tepat untuk menikmati keindahan Taman Ujung,tak heran bila tempat itu banyak dijadikan sebagai lokasi foto  pre wedding.



Tirtagangga

Tirtagangga merupakan sebuah pemandian yang juga merupakan peninggalan Raja Karangasem,dan sampai saat ini masih berfungsi sebagai pemandian yang banyak dikunjungi wisatawan  baik wisatawan lokal maupun asing.
Tirtagangga Nan Eksotis

Letaknya disebelah utara kota Amlapura ke arah Amed dan Tulamben, tepatnya di pinggir jalan raya yang berkelok kelok.

Yang khas dari tempat ini adalah adanya air mancur yang bersusun sembilan buah dengan bagian bawah besar dan semakin mengecil di bagian atasnya,sehingga ketika air jatuh dari bagian yang paling atas akan tertampung di bagian bawahnya, begitu seterusnya hingga bagian paling bawah. Yang menarik adalah air yang jatuh tadi terlihat bagaikan kabut lembut yang menyelimuti bangunan air mancurnya sendiri,sehingga terlihat sangat indah dan terlihat berselimut kabut.

Kolam Tirtagangga
Dibagian bawah bangunan air mancur ada sebuah kolam yang dilengkapi pijakan pijakan segi delapan seolah olah melayang di atas air.Pijakan itu memutar dari tepi yang satu ke tepi yang lain sehingga kita bisa melewatinya dan berfoto ria disana.

Virgin Beach

Tak banyak yang tahu bahwa di bagian timur Bali ada Pantai tersembunyi yang berpasir putih,orang menyebutnya Virgin Beach atau disebut juga Whitesand Beach alias Pantai Pasir Putih.
Virgin Beach atau White Sand Beach

Pantai ini memang betul betul tersembunyi,untuk menuju kesana kita masuk jalan kampung di pedesaan kira kira lima kilometer dari jalan raya antara Candidasa-Amlapura,kemudian sampai disebuah tanah lapang tempat berakhirnya jalan beraspal sekaligus tempat parkir apabila kita bawa kendaraan sedan ataupun Bus,karena jalan berikutnya hanya bisa dilewati kendaraan semacam Jeep atau MPV , pokoknya yang punya ground clearance yang cukup tinggi,karena jalanan masih tanah bebatu dan naik turun dengan jarak sekitar satu kilometer.

Begitu mendekati pantai ,jalan mulai lapang dan ternyata dipinggir pantai suasananya sangat meriah,terutama turis asing yang berjemur berjajar di sepanjang pantai,dan karena pantai ini letaknya tersembunyi maka dapat ditebak kira kira bagaimana penampilan turis asing disini,buat yang suka ngintip  disini nggak diperlukan lagi,semuanya dibiarkan begitu saja apa adanya hehe….


 Candidasa

Sudah lama saya ingin ke tempat ini,bagi saya nama candidasa  memberikan kesan romantis,indah sekaligus magis,betapa tidak, tempat ini merupakan salah satu tempat favorit untuk memperoleh ketenangan,menyepi menikmati hari hari yang penuh kedamaian.

Sunset Di Candidasa
Bila kita menikmati Bali Timur,maka Candidasa merupakan tempat yang rekomended untuk tinggal beberapa hari, di sana banyak pilihan hotel  sesuai budged kita.

Candidasa dapat kita jadikan base di Bali Timur,dari sana kita dapat menikmati berbagai spot wisata yang jaraknya tidak terlalu jauh,misalnya bila ke arah timur kita dapat mengunjungi Taman Ujung Soekasada atau dapat pula diteruskan menyusuri pesisir ujung timur pulau Bali hingga tembus ke Amed dan Tulamben di sebelah utara. Selanjutnya bisa kita lanjutkan menikmati Tirtagangga dalam perjalanan pulang.

Di Candidasa sendiri kita dapat menikmati Pantai dengan sunset yang sangat indah, bila sore hari kita dapat menjumpai pemancing ikan di pinggir pantai  lengkap dengan sunsetnya, ini bisa jadi obyek yang indah untuk memotret,apalagi ada perahu nelayan yang sedang berlabuh,tentu menambah indah pemandangan.


Pantai Candidasa

Di sebelah barat Candidasa tepatnya di sekitar pelabuhan Padangbai, kita dapat menkmati pantai yang jernih dengan ombak yang  tenang,sehingga aman bagi kita bahkan  untuk anak anak. Pantai itu adalah Bloo Lagoon,bukan Blue Lagoon lho..Di Pantai ini kita bisa melakukan snorkelling,karena karangnya yang begitu indah untuk kita nkmati.

Dan inilah salah satu pantai tersembunyi yang wajib kita kunjungi bila kita ke Bali timur, dan tentu saja     jangan lupa mengunjungi Virgin Beach, asyik